GazanaPublika.com, Cianjur — Student Care Vocation menggelar kegiatan edukatif yang memadukan pengenalan budaya tradisional, nilai sejarah dan literasi digital bagi generasi muda. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (25-26 Agustus 2027), tersebut dipusatkan di Villa Pesona, Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah mengikuti acara budaya tradisional bertema Sekabanda di Cagar Budaya Peringkat Nasional Gunung Padang, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Cianjur. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mengenal dan memelihara peninggalan sejarah leluhur sekaligus mempelajari nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendalaman literasi digital melalui pendekatan seni dan budaya tradisional. Pendekatan tersebut dimaksudkan untuk membangun pemahaman bahwa dinamika masa lalu dan perkembangan kehidupan kekinian dapat dipertemukan melalui kreativitas dan pemanfaatan teknologi digital secara positif.

Tokoh Kebudayaan dan Komunitas Adat Kasundaan, Tedi Subarkah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan teoritis dan praktis dalam mendalami nilai-nilai luhur Nusantara sekaligus meningkatkan kemampuan teknis dalam memanfaatkan media sosial secara positif.

“Ke depannya rekan-rekan Gen Z ini akan membuat konten kreatif berwawasan kebangsaan, dengan dasar sejarah, kebudayaan, kesenian dan lingkungan hidup, berbasis literasi, baik secara data, fakta maupun realita,” ujar Tedi.

Suasana kegiatan juga diiringi kesenian khas Cianjur berupa Kacapi Suling dengan Rumpaka Babad Djampang dari Cianjur Selatan serta Kawih Karatagan Pahlawan. Kehadiran kesenian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda melalui pengalaman langsung.

Pegiat Student Care Priangan Barat, Hamdani, menilai penguatan pengetahuan dasar mengenai budaya, literasi dan etika bermedia menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi.

“Di era kemajuan digitalisasi, pengetahuan dasar ini sangat penting, sehingga para kreator lintas generasi mampu memberikan contoh yang baik untuk generasi berikutnya, yaitu dengan tidak membuat konten disinformasi, fitnah dan kebencian atau DFK,” kata Hamdani.

Kegiatan Student Care Vocation diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri atas perwakilan mahasiswa dan pelajar, guru, serta warga Zilenial dari Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran.

Student Care Jawa Barat sendiri merupakan komunitas yang beranggotakan pelajar, mahasiswa, alumni perguruan tinggi, guru sekolah serta warga negara yang memiliki perhatian terhadap dinamika “disruption informasi”. Komunitas tersebut mengembangkan kajian ilmiah berbasis digital serta membangun kolaborasi dengan berbagai lapisan masyarakat.

Dari kegiatan tersebut, peserta diarahkan menghasilkan karya melalui dua kelompok kreator. Kelompok pertama berfokus pada sejarah dan kebudayaan dengan mengangkat nilai-nilai kejuangan, kebangsaan dan persatuan. Sementara kelompok kedua diarahkan pada tema UMKM dan kreativitas masyarakat, antara lain motivasi usaha kecil, kerajinan, pemanfaatan sumber daya, lingkungan hidup dan berbagai aktivitas positif di tengah masyarakat.

Selain menghasilkan konten kreatif, Student Care juga berupaya membuka ruang informasi yang positif mengenai berbagai kegiatan dan program pemerintah. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami sasaran utama program pemerintah sekaligus mengetahui berbagai kendala yang muncul dalam pelaksanaannya di lapangan.

Secara umum, kegiatan Student Care Vocation diarahkan sebagai ruang edukasi yang bersifat nonprovokatif dengan mengedepankan literasi, kebudayaan, kreativitas dan wawasan kebangsaan.

Student Care membawa visi kemanusiaan dan kebangsaan dengan tagline: “Merawat Kebhinekaan, Merajut Persatuan, Menjaga Indonesia.”

Redaksi

Exit mobile version