Advertisement
“Malas” seakan berguna bagi dirinya sedangkan “Salam” berguna untuk dirinya dan orang lain (AOA)
GazanaPublika.com – Orang yang enggan beraktivitas sering kali tidak memiliki pemahaman mendalam mengenai dirinya. Terkadang, mereka bahkan tidak menyadari kecenderungan malas yang mungkin ada dalam diri mereka. Hal ini disebabkan oleh kurangnya refleksi dan introspeksi diri. Malah dia akan merasa sebagai orang yang bermanfaat padahal hanya untuk dirinya sendiri. Individu yang malas cenderung kurang muhasabah terhadap permasalahan dalam dirinya, padahal kelalaian dalam menghadapi kemalasan merupakan persoalan yang perlu diatasi.
Advertisement
Berbagai bentuk kemalasan, seperti kurangnya perhatian terhadap penampilan dan kesehatan diri, serta sikap ceroboh dalam menjaga keselamatan, dapat merugikan individu. Sebaliknya, orang yang rajin selalu memerhatikan dan menjaga diri dari berbagai aspek. Prinsip cinta pada diri sendiri memiliki substansi bahwa sebelum mencintai orang lain, seseorang perlu mencintai dan menghargai dirinya sendiri.
Ada pepatah yang menyatakan, “Rajin pangkal kaya, malas pangkal miskin.” Artinya, keberhasilan tidak akan diraih oleh individu yang enggan berusaha. Selain itu, pepatah lain mengatakan, “Pandai pangkal rajin, malas pangkal sulit.” Menunjukkan bahwa malas adalah akar dari kesulitan. Kesuksesan jarang diperoleh oleh individu yang malas dan tidak berusaha.
“Salam,” dimaknai selamat yakni keselamatan dari kebobrokan, huru-hara, dan penderitaan di dunia, sekaligus di dalamnya memiliki substansi menjaga kebaikan untuk mencapai kebahagiaan di akhirat. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk membina dirinya agar sukses di dunia sekaligus meraih kebahagiaan di akhirat melalui keseimbangan dalam hidup.
Penulis :
(AOA)
Advertisement
Advertisement
