Advertisement
Engkau bebas merdeka, tak ada yang mengikat, tetapi apa dalam dirimu yang tak mau, engkau adalah budak, tetapi apa ambisimu yang kau mau (AOA)
GazanaPublika.com – Abu fadl iyadh atau yang dikenal dgn nama Qodi iyadh seorang ulama besar ahli hukum dan fiqh menyatakan bahwa sesungguhnya seluruh makhluk itu dipenjara atau dengan kata lain tidak merdeka kecuali mereka yang memiliki cahaya.
Advertisement
Islam memandang kemerdekaan adalah dengan tunduk atas kuasa Tuhan kuasa Allah subhanahu wa ta’ala dan melepaskan diri dari jeratan nafsu. Seorang makhluk dapat menemukan arti kemerdekaan atau bertemu dengan kemerdekaan yang sebenarnya jika ia mampu terbebas dari semua belenggu yang berasal dari godaan setan dan hawa nafsu.
Kemudian mengembalikan segala sesuatu kembali kepada aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala manusia yang terjerat oleh nafsu. Hal itu bisa dipastikan sudah menyimpang dari jalan yang telah diberikan oleh Allah karena ia sudah menjadi budak nafsu. Memerdekakan diri sendiri dari belenggu nafsu merupakan kemenangan dan kebebasan yang sangat besar.
Penullis:
AOA
Advertisement
Advertisement
