“Sukailah sesuatu sekehendakmu niscaya kamu bertemu dengan perhitungan. Cintailah sesukamu niscaya kamu akan sedih. Berbuatlah semaumu niscaya bertemu dengan hisaban”
-AOA-
GazanaPublika.com – Dalam kehidupan keseharian kita pasti dihadapkan kepada tiga hal yaitu memiliki kesukaan, cinta, dan hal-hal yang ingin dilakukan.
Terkadang kita menginginkan ketiga hal tersebut berdasarkan selera ideal kita dan seringkali kita menganggap kita ahli dalam ketiga perkara itu namun ternyata dalam hidup dan kehidupan sejatinya kita sama sekali tidak mengetahui apa-apa bahkan Allah SWT memberitahu kita sebagaimana dalam firman-Nya:
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah yang mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah 216)
Seperti pula yang dikatakan Hasan bin Ali bin Abi Thalib r.a.:
“Bahwasannya barang siapa yang bersandar pada baiknya pilihan Allah untuknya maka dia tidak akan mengharapkan sesuatu selain keadaan yang Allah pilihkan untuknya.
Inilah Batasan sikap selalu ridha terhadap segala sesuatu ketentuan takdir dalam semua keadaan yang Allah berlakukan bagi hamba-Nya.
Kita sebagai manusia hanya dapat berencana, akan tetapi semua apa yang telah direncanakan oleh manusia, Allah-lah yang nantinya akan menentukan karena pilihan Allah adalah yang terbaik bagi hamba-Nya maka janganlah berharap terhadap rencana manusia, belum tentu yang direncanakan menjadi yang terbaik baginya, berharaplah kepada Sang Pencipta.
Apabila Yang kita inginkan belum menjadi yang terbaik dalam hidup kita, janganlah membuat kegundahan dalam hidup, Dan putus asa terhadap segala urusan sehingga kita melalaikan tugas sebagai muslim.
Dalam urusan mencintai Rqsulullah SAW memiliki konsep sebagaiman diriwayatkan Tirmidzi:
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ـ ﺃُﺭَاﻩُ ﺭَﻓَﻌَﻪُ ـ ﻗَﺎﻝَ: «ﺃَﺣْﺒِﺐْ ﺣَﺒِﻴﺒَﻚَ ﻫﻮﻧﺎ ﻣَﺎ ﻋَﺴَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﺑَﻐِﻴﻀَﻚَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﻣَﺎ، ﻭَﺃَﺑْﻐِﺾْ ﺑَﻐِﻴﻀَﻚَ ﻫَﻮْﻧًﺎ ﻣَﺎ ﻋَﺴَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﺣَﺒِﻴﺒَﻚَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﻣَﺎ»
Dari Abu Hurairah secara marfu’: “Cintailah orang yang kau cinta dengan sewajarnya, boleh jadi suatu hari dia menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah kepada orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi suatu hari dia yang kau benci menjadi orang yang kau cinta” (HR Tirmidzi)
Dan sikap terbaik dari ketiga hal diatas adalah Bertaqwa kepada Allah SWT.
Editor: Qiunhuaqi

