Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sebuah Sikap Bagi Pendengar (bagian ke-2)

Sebuah Sikap Bagi Pendengar (bagian ke-2)

Genta Qalbu Minggu, 18 Februari 2024 5:52 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Genta qolbu mutiara AOA

Advertisement

“Mendengar adalah seni untuk memahami diri”
-AOA-

GazanaPublika.com – Pemilihan umum telah selesai dilaksanakan. Masyarakat telah menentukan kepada siapa asa dan cita – cita kemajuan bangsa dipercayakan. Pemegang mandat rakyat berdasarkan beberapa lembaga yang kredibel telah diumumkan siapa pemenang kontestasinya maka untuk itu kita sebagai seorang muslim, tentu sangat penting dalam menerapkan perilaku “mendengarkan” dalam kehidupan kita sehari-hari. Mendengarkan memerlukan kekuatan iman dan kecerdasan namun  mendengar dapat memberikan manfaat, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikan lah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf : 204).

Advertisement

Dan demikian apabila Al-Qur’an dibacakan, maka dengarkanlah ia dengan baik dan diamlah untuk memperhatikannya dengan harapan Allah akan merahmati kalian dengannya. Bahkan Rasulullah pun senang ketika dibacakan Al-Qur’an.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia berkata : “Rasulullah pernah berkata kepada saya, ‘Bacalah Al-Qur’an di hadapanku!’ Aku jawab, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana aku membacakan Al-Qur’an di hadapanmu, padahal Al-Qur’an diturunkan kepadamu?’

Beliau berkata, ‘Aku ingin mendengar bacaan Al-Qur’an dari orang lain.’ Lalu, aku pun membacakan di hadapan beliau Surat An-Nisa dari awal surat sampai ayat yang berbunyi, ‘Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti) jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka.’ (QS An-Nisa’ [4]: 41)

‘Cukup!’ kata beliau sambil meneteskan air mata.” (HR Bukhari).

Mendegarkan pun memiliki adab-adabnya. Ketika mendengarkan ataupun ketika kita ditengah perbincangan, kita harus memiliki adab ketika mendengarkan.

Setidaknya ada 3 adab dalam hal mendengarkan yang bisa kita terapkan dalam kehidupan keseharian kita yaitu :
1) Diam, (2) Tidak memotong perkataan orang lain, (3) Menghadap ke orang yang diajak berbicara.

Dan diantara manfaat dari mendengarkan adalah sebagai berikut :
• Mendengar Akan Menjalin Hubungan Yang Baik. Sebab mendengarkan berarti menghargai orang lain dan merupakan cermin dari akhlakul karimah yang di contohkan para Nabi. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alahi wa sallam bersabda :

“Tidak termasuk umatku orang yang tidak menghargai (menghormati) mereka yang yang lebih tua dan tidak mengasihi mereka yang lebih muda darinya, serta tidak mengetahui hak-hak orang berilmu.” (HR. Ahmad).

• Menambah Ilmu
Melalui mendengar, Seseorang dapat mengambil pelajaran apa-apa yang kita dapatkan sebab apapun yang di bahasa dalam pembicaraan yang baik itu adalah ilmu baginya.

• Melatih kesabaran
Dengan kita mendengarkan cerita atau nasihat kita dapat melatih kesabaran kita kak. Sebab ketika mendengarkan nasihat atau cerita orang lain kak tidak boleh memotong pembicaraan orang tersebut, tidak sibuk sendiri dan lain sebagainya.

• Memiliki ilmu untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, apa yang diceritakan atau nasihat yang disampaikan oleh si pembicara tidak jauh dari cerita kehidupan sehari-hari, baik itu permasalahan maupun pengalaman-pengalaman yang telah dilalui si pembicara. Oleh sebab itu ilmu yang kita didapati dari si pembicara maka sebisa mungkin kita terapkan di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Allah memberikan kita pendengaran untuk mendengarkan yang baik-baik. Maka, kita pun harus pandai memilah pembicaraan. Jika itu merupakan pembicaraan yang baik, maka dengarkanlah. Dan jika itu pembicaraan yang buruk maka tinggalkanlah. Itulah ciri-ciri orang yang berakal.

Allah berfirman : “Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.” (QS. Az-Zumar : 18)

Editor :
Qiunhuaqi

Advertisement

Qiunhuaqi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Genta Qalbu

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Genta Qalbu

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Genta Qalbu

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Genta Qalbu

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

BERITA TERBARU

Lada ‘Black Gold’, Artisnya Rempah-Rempah Zaman Kolonial

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.