Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Berbagi Kebahagiaan

Berbagi Kebahagiaan

Genta Qalbu Selasa, 14 Mei 2024 4:41 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

“Kalau nanti kita pernah saling bisa berbagi bahagia setidaknya aku tetap ingin mendengar kau selalu bahagia”
-AOA-

GazanaPublika.com -Jika ingin hidup bahagia, maka usahakanlah membuat orang lain bahagia. Karena kebahagiaan Anda bergantung pada kebahagiaan orang lain dan begitu juga sebaliknya. Orang yang paling bersyukur di sisi Allah adalah orang yang mau dan mampu berbagi kebahagiaan dan kesejahteraan kepada orang lain.

Advertisement

Berbagi kebahagiaan merupakan konsistensi keimanan seseorang dalam dimensi kemanusiaan. Itulah yang harus digalakkan begitupula dalam usaha mewujudkan Indonesia dalam rangka menuju masyarakat adil makmur yang diselimuti keberkahan. Sebaliknya, bukan saling menjatuhkan satu dengan yang lain, yang menjadikan situasi makin tidak menentu ujung dan pangkalnya. Tolong-menolong dan gotong royong penting digalakkan dalam praktik kehidupan nyata menuju tatanan masyarakat yang lebih kondusif, terutama dalam situasi saat ini.

Sejalan dengan pesan suci Baginda Nabi Muhammad SAW, ”Manusia yang paling dicintai Allah ialah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain. Amal yang paling dicintai Allah ialah memasukkan rasa bahagia ke dalam hati orang muslim, atau melepaskan kesulitan, atau membayar utangnya, atau mengenyangkan yang lapar.” (HR Thabrani)

Hadits tersebut makna dan cakupannya sangat dalam yang penekanannya adalah pada aspek sosial kemasyarakatan. Para pembawa Islam di Indonesia sangat serius dalam menggerakkan masyarakat untuk punya kepedulian kepada sesama. Mengecilkan kadar kerakusan dan membuang keangkuhan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dijiwai semangat berbagi kebahagiaan membuat masyarakat benar-benar mampu tampil hidup saling membantu dalam praktik kehidupan nyata.

Jika kita menghendaki perubahan dalam hidup dan mendambakan hidup bahagia, yang pertama harus kita lakukan ialah mengubah pikiran. Pikiran melahirkan kenyataan. Kenyataan itu akan meluas dan menyebar. Apa yang Anda pikirkan akan menjadi kenyataan dalam diri Anda pada waktu yang sama. Maka belajarlah berpikir positif.

Begitu juga Alquran dimulai dengan nama Allah, bismillah, dan diakhiri dengan nama manusia, An-Nas. Salat dimulai dengan takbiratulihram, penghormatan kepada Allah, dan diakhiri dengan salam. Puasa dimulai dengan menahan makan dan diakhiri dengan memberikan makanan kepada orang lain. Bukankah itu semua menunjukkan bahwa amal seorang muslim selalu dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan tasyakur? Dimulai dengan mengagungkan Allah dan diakhiri dengan mendatangkan manfaat bagi sesama manusia?

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah dan Ahmad Rasulullah SAW bersabda ”Tidak menambah usia kecuali amal kebaikan dan tidak menangkal takdir kecuali doa. Seseorang terhalang dari rezeki lantaran dosa yang dikerjakannya.”

Dalam riwayat lain Rasulullah SAW, bersabda ”Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (Muttafaq ’alaih).

Editor:
Qiunhuaqi

Advertisement

Qiunhuaqi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Genta Qalbu

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Genta Qalbu

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Genta Qalbu

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Genta Qalbu

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

BERITA TERBARU

Lada ‘Black Gold’, Artisnya Rempah-Rempah Zaman Kolonial

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.