Advertisement
“Dengan berzikir akan berkurang urusan dunia, dengan berdoa akan berkurang kesombongan” – AOA –
GazanaPublika.com – Seringkali kita mengabaikan ibadah berzikir dan berdoa. Padahal dengan berzikir dan berdoa di substansinya kita sedang mengingat Allah. Zikir itu ialah salah satu bentuk mengingat Allah dan berdoa itu ialah bentuk berkomunikasi dengan Allah.
Advertisement
Dengan berzikir kita menjadi tenang dan dengan berdoa kita menjadi tentram. Tidak ada hal yang sia-sia di dalam beribadah utamanya ialah ibadah-ibadah yang wajib dan juga ibadah-ibadah yang sunnah. Seringkali kita malas melakukan hal tersebut jangankan ibadah sunnah, ibadah wajib pun kita lalai. Hal ini karena di dalam diri kita masih terdapat luapan hawa nafsu.
Coba sekali-kali kita tidak berbicara tujuan dan maksud dari berzikir dan berdoa seperti kita punya target. Luangkan waktu kita untuk ikhlas.
Terdapat hikmah yang besar dari berzikir dan berdoa setidaknya ada dua hal sebagaimana kalimat mutiara di atas. Dengan berdzikir setidaknya urusan dunia kita akan berkurang. Kalau secara logika dipahami bahwa ketika orang berzikir maka tidak sempat bersibuk-sibuk dengan urusan dunia karena kita sedang khusyuk kepada Allah. Lebih jauh lagi ketika kita berzikir sebetulnya akan muncul ketenangan hati. Sumber ketidaktenangan hati ialah ambisi terhadap dunia seperti orang yang kehausan terhadap air dan ingin meminumnya lalu ketika meminumnya rasa haus itu tidak hilang.
Begitu juga ketika kita berdoa setidaknya akan menghilangkan rasa kesombongan kita. Mengapa demikian? Sebab hanya orang yang sombong yang tidak mau berdoa padahal allah telah memfasilitasi makhluknya untuk bisa berhubungan dan berkomunikasi dengan Allah yakni dengan berdoa.
Dengan berdoa, semoga Allah mengabulkan segala hajat kita. Hajat kita yang paling utama ialah berjumpa Allah lalu berharap selamat di akhirat yakni masuk surga dan berharap selamat di dunia dari segala musibah, celaka, dan penyakit. Bukankah Allah telah menjanjikan bahwa siapa yang berdoa maka Allah akan mengabulkannya. Ketika kita melihat dengan hawa nafsu seolah-olah Allah tidak mengabulkan doa kita padahal sebagian doa kita itu jadi tabungan dan diberikan ganjarannya nanti di akhirat. Sedangkan sebagian lagi bisa saja diwujudkan di dunia. Hanya saja kita sering lupa bahwa doa kita sudah terwujud dan kita seringkali banyak menuntut kepada Allah dan tidak menyadari bahwa Allah telah banyak memberikan karunia kepada kita dari setiap nafas, kesehatan, dan rezeki yang setiap hari mengalir.
Advertisement
Advertisement
