Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sisi Lain Manfaat Berzikir dan Berdoa

Sisi Lain Manfaat Berzikir dan Berdoa

Genta Qalbu Jumat, 17 Mei 2024 5:10 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Genta qolbu mutiara AOA

Advertisement

“Dengan berzikir akan berkurang urusan dunia, dengan berdoa akan berkurang kesombongan” – AOA –

GazanaPublika.com – Seringkali kita mengabaikan ibadah berzikir dan berdoa. Padahal dengan berzikir dan berdoa di substansinya kita sedang mengingat Allah. Zikir itu ialah salah satu bentuk mengingat Allah dan berdoa itu ialah bentuk berkomunikasi dengan Allah.

Advertisement

Dengan berzikir kita menjadi tenang dan dengan berdoa kita menjadi tentram. Tidak ada hal yang sia-sia di dalam beribadah utamanya ialah ibadah-ibadah yang wajib dan juga ibadah-ibadah yang sunnah. Seringkali kita malas melakukan hal tersebut jangankan ibadah sunnah, ibadah wajib pun kita lalai. Hal ini karena di dalam diri  kita masih terdapat luapan hawa nafsu.

Coba sekali-kali kita tidak berbicara tujuan dan maksud dari berzikir dan berdoa seperti kita punya target. Luangkan waktu kita untuk ikhlas.

Terdapat hikmah yang besar dari berzikir dan berdoa setidaknya ada dua hal sebagaimana kalimat mutiara di atas. Dengan berdzikir setidaknya urusan dunia kita akan berkurang. Kalau secara logika dipahami bahwa ketika orang berzikir maka tidak sempat bersibuk-sibuk dengan urusan dunia karena kita sedang khusyuk kepada Allah. Lebih jauh lagi ketika kita berzikir sebetulnya akan muncul ketenangan hati. Sumber ketidaktenangan hati ialah ambisi terhadap dunia seperti orang yang kehausan terhadap air dan ingin meminumnya lalu ketika meminumnya rasa haus itu tidak hilang.

Begitu juga ketika kita berdoa setidaknya akan menghilangkan rasa kesombongan kita. Mengapa demikian? Sebab hanya orang yang sombong yang tidak mau berdoa padahal allah telah memfasilitasi makhluknya untuk bisa berhubungan dan berkomunikasi dengan Allah yakni dengan berdoa.

Dengan berdoa, semoga Allah mengabulkan segala hajat kita. Hajat kita yang paling utama ialah berjumpa Allah lalu berharap selamat di akhirat yakni masuk surga dan berharap selamat di dunia dari segala musibah, celaka, dan penyakit. Bukankah Allah telah menjanjikan bahwa siapa yang berdoa maka Allah akan mengabulkannya. Ketika kita melihat dengan hawa nafsu seolah-olah Allah tidak mengabulkan doa kita padahal sebagian doa kita itu jadi tabungan dan diberikan ganjarannya nanti di akhirat. Sedangkan sebagian lagi bisa saja diwujudkan di dunia. Hanya saja kita sering lupa bahwa doa kita sudah terwujud dan kita seringkali banyak menuntut kepada Allah dan tidak menyadari bahwa Allah telah banyak memberikan karunia kepada kita dari setiap nafas, kesehatan, dan rezeki yang setiap hari mengalir.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Genta Qalbu

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Genta Qalbu

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Genta Qalbu

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Genta Qalbu

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

BERITA TERBARU

Lada ‘Black Gold’, Artisnya Rempah-Rempah Zaman Kolonial

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.