“Bagi yang berdosa berilah kabar gembira, kepada ahli ibadah berilah peringatan” -AOA-
GazanaPublika.com – Sebesar apa seseorang melakukan perbuatan dosa, dia akan menyadari bahwa dia telah berbuat dosa. Orang berdosa lebih jujur mengakui dosa yang ia telah berbuat. Apabila di hati kecilnya, rasa berdosa tersebut masih ia sadari dan sebetulnya ia menyesali walaupun dia tidak bisa untuk bertaubat maka sebetulnya orang tersebut masih memiliki keimanan.
Dari pengamatan yang dilakukan, hampir rata-rata orang yang melakukan perbuatan dosa, nuraninya tidak menginginkan Ia terlembab di dalam dosa tersebut. Walaupun sepintas orang tersebut masih bisa tertawa dan masih bisa bersenda gurau dengan sesama temannya. Namun ketika ia di dalam kesendiriannya, banyak orang yang melakukan perbuatan dosa meratapi nasibnya, mengapa ia terjerumus dalam perbuatan dosa tersebut.
Banyak fenomena, di lokalisasi atau hiburan malam tiba-tiba orang yang bersangkutan berteriak histeris atau setidaknya ia menangis di pojok-pojok ruangan ketika rasa dosa itu menghampirinya. Sekali lagi betul orang berdosa lebih jujur mengakui dosanya.
Terkait masalah tersebut, oleh karenanya berikanlah kabar gembira bahwa sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka asalkan mereka mau bertaubat. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang serta mengetahui manusia itu berada dalam kelemahannya sehingga tidak kuasa untuk menghindar dari semua itu. Kabarkanlah kepada orang yang berdosa bahwa sesungguhnya dosa sebesar apapun walaupun sebesar gunung sekalipun Allah pasti akan mengampuninya. Yang Lalu biarlah berlalu bangkitlah kembali dalam kehidupanmu. Sesungguhnya surga menanti untuk dihuni oleh orang-orang yang berdosa ketika dia berserah diri kepada Allah dan mau bertobat kepadanya.
Sebaliknya kepada orang-orang yang telah beribadah atau mungkin sudah mencapai ahli ibadah, berilah peringatan kepada mereka bahwasanya janganlah sombong atas capaian ibadah yang telah dilakukan selama hidupnya. Cobaan orang yang beribadah itu, sombong atas amal, perhitungan kepada Allah dan merasa dirinya telah bersih dari segala dosa dan ketika melihat orang lain berbuat dosa ia akan ‘nyinyir’, mencemoohkannya. Dan di saat itulah dia merasa lebih baik dari orang yang berdosa. Ketika dia bersyukur atas ibadah yang dia lakukan pun, rasa syukurnya itu didasari oleh kesombongan atas ibadah dan kebaikan yang ia tumpuk.
Apabila kita termasuk kategori orang yang semacam ini maka bertaubatlah. Apabila engkau adalah orang yang berilmu dan memahami agama secara mendalam maka berilah peringatan kepada orang-orang yang ahli beribadah tetapi menyimpan kesombongan di dalam dirinya.

