Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Jangan Ungkapkan Perasaan

Jangan Ungkapkan Perasaan

Genta Qalbu Minggu, 26 Mei 2024 3:33 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Genta qolbu mutiara AOA

Advertisement

“Kadang lebih baik diam daripada menjelaskan perasan karena akan menyakitkan ketika mereka mendengar tetapi tidak mengerti” -AOA-

GazanaPublika.com -Suatu tindakan yang berlandaskan perasaan biasanya akan berdampak tidak baik. Begitu pula dengan ucapan yang terbawa perasaan selalu menimbulkan permasalahan di belakangnya. Seorang bijak berkata bahwa dalam tubuh manusia ada 2 jalan masuk dan jalan keluar, yaitu hati dan akal yang mana dari keduanya memiliki dampak yang berbeda. Kalau suatu perkara masuk melalui hati maka dia akan keluar dari akal. Begitu juga sebaliknya apabila ia masuk melalui akal maka jalan keluarnya adalah melalui hati.

Advertisement

Orang tua seringkali menasihati anaknya dengan ungkapan “Jangan dimasukan ke hati atau jangan terbawa perasaan” itu bermakna bahwa segala sesuatu yang dimasukan ke hati akan berakibat tidak baik karena akan diolah dan dikeluarkan melalui akal (ngakali). Sebagai contoh kita melihat lawan jenis yang menarik perhatian itu, pintu masuknya tentu saja hati atau perasaan kemudian diolah akal dengan bagaimana mencari tahu siapa dirinya dan seterusnya. Walaupun tidak semua berujung keburukan tetapi suatu hal yang “ngakali” selalu berakibat kurang baik. Sebaliknya apabila suatu perkara masuk melalui akal maka dia keluar dari hati yang bersifat memancar seperti seorang yang belajar di sekolah, jalan masuknya pasti dari akal bukan dari hati cirinya adalah diawali dengan penolakan atau pertentangan terlebih dahulu sampai akhirnya diterima dan berbuah menjadi ilmu pengetahuan (memancar).

Sebagai seorang Muslim tidak boleh gampang baperan (emosi dan terbawa perasaan). “Seorang Muslim harus rendah hati dan tenang dalam segala situasi.
Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda :

“Jauhilah persangkaan buruk, karena persangkaan buruk itu adalah sedusta-dusta ucapan ” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhory dan Muslim).

Pernyataan lain dari seorang bijak “ucapan itu mendekati fitnah dan tauladan akan mendatangkan kecintaan”. Ungkapan itu bermakna bahwa ucapan seseorang sejatinya hanya orang yang mengucapkanlah yang paling tahu maksudnya sementara orang lain hanya menduga duga. Karena untuk pasti mengetahui maksud dari ucapan seseorang apalagi kalau orang tersebut sudah meninggal dunia maka akan sangat kompleks sekali pendekatannya. Sementara mengikuti perilaku baik dari seseorang akan mendapatkan cinta dan kebaikan.
Apalagi dalam urusan cinta mencintai, maka akan lebih baik diungkapkan dalan bentuk tindakan dan perhatian daripada ucapan semata.

Wallahu a’lam bishawab
Editor:
Qiunhuaqi

Advertisement

Qiunhuaqi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Genta Qalbu

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Genta Qalbu

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Genta Qalbu

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Genta Qalbu

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

BERITA TERBARU

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Polda Banten Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tak Terjebak Kericuhan Saat Penyampaian Aspirasi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.