Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Menyikapi Rezeki Kecil dan Besar

Menyikapi Rezeki Kecil dan Besar

Genta Qalbu Minggu, 15 September 2024 16:59 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Genta qolbu mutiara AOA

Advertisement

“Rezeki sedikit bukan berarti kurang, rezeki banyak bukan berarti cukup” – AOA

GazanaPublika.com – Dalam kehidupan, banyak orang menghadapi masalah keuangan yang sering kali disertai dengan tekanan kebutuhan. Kebutuhan adalah sesuatu yang memang harus dipenuhi dan diselesaikan. Terkadang, dalam menghadapi realitas ini, kita merasa hidup sempit dan sulit untuk menemukan jalan keluarnya. Dalam kondisi seperti ini, Al-Qur’an memberikan panduan yang jelas untuk kita: berikhtiar, istiqamah, bersyukur, dan bersabar.

Advertisement

Pertama, dunia ini adalah tempat untuk berusaha dan berikhtiar. Segala sesuatu memang harus diupayakan, karena kita sebagai makhluk yang diberi akal dan kehendak bebas, berada pada posisi untuk terus berikhtiar. Kita tidak bisa hanya berpangku tangan tanpa usaha. Kecuali jika seseorang telah mencapai maqam (tingkatan spiritual) tawakal yang tinggi, di mana Allah SWT yang akan menjamin kebutuhan hidupnya. Namun, maqam tawakal ini bukanlah maqam yang mengandalkan akal semata, melainkan hati, upaya batin, dan pencapaian spiritual. Sebaliknya, maqam ikhtiar adalah tempat kita berusaha sekuat tenaga dan Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk tidak menyerah kepada keadaan, melainkan terus berusaha. Jika terjatuh, bangkitlah lagi.

Sebagaimana firman Allah SWT:
_”Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)_

Namun, tidak sedikit dari kita yang mengalami kegagalan dalam hidup karena kelemahan yang kita biarkan tumbuh dalam proses perjalanan hidup kita. Kelemahan ini sering kali disebabkan oleh kebiasaan buruk atau pengabaian terhadap tanggung jawab kita.

Kedua, istiqamah: Kita harus konsisten dalam berusaha dan tidak mudah teralih kepada hal-hal baru yang hanya bersifat sementara. Allah SWT berfirman:
_”Maka istiqamahlah kamu sebagaimana diperintahkan kepadamu...”_ (QS. Hud: 112).

Kita sering dihadapkan pada pilihan antara konsistensi atau mengikuti keadaan. Namun, pengalaman hidup menunjukkan bahwa banyak keberhasilan diraih oleh mereka yang konsisten dalam perjuangan mereka.

Ketiga, syukur: Ketika kita meraih keberhasilan, itu harus disertai dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Rasa syukur adalah bentuk pengakuan atas segala nikmat yang diberikan oleh-Nya. Salah satu cara mengekspresikan syukur adalah dengan bersedekah dan membantu sesama.

Keempat, saba: Sebagaimana disampaikan sebelumnya, ketika kita dihadapkan pada kegagalan atau kesulitan, kita diwajibkan untuk bersabar. Kesabaran adalah kunci dalam menghadapi ujian kehidupan.

Sering kali, kita memandang kemiskinan sebagai rezeki yang sedikit dan menganggapnya sebagai kekurangan, sehingga kita menjadi risau dan cemas. Padahal, rezeki yang sedikit bukan berarti kurang, melainkan bagaimana kita mampu mensyukurinya. Bersabar adalah kunci kehidupan dan sedangkan ikhtiarnya ialah berupaya mengendalikan kebutuhan dengan memisahkan hal-hal yang sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan.

Sebaliknya, rezeki yang banyak bukan berarti cukup. Banyak orang terlihat memiliki kehidupan yang sejahtera, namun kenyataannya mereka juga menghadapi kekurangan.

Sebagai contoh, kita mungkin melihat seseorang yang memiliki rumah besar, kendaraan mewah, dan gaya hidup yang terlihat mapan. Namun, di balik semua itu, mereka mungkin memiliki utang yang besar atau masalah keuangan lainnya yang tidak terlihat dari luar. Sebaliknya, ada orang yang hidup sederhana, dengan penghasilan yang terbatas, tetapi mereka merasa cukup karena mampu mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Allah.

Kadang-kadang, apa yang kita lihat pada orang lain hanyalah “sawang sinawang” — tampak luar saja. Orang yang terlihat kaya belum tentu benar-benar hidup berkecukupan. Mungkin saja di balik penampilan mewahnya, mereka harus mengorbankan kebahagiaan atau ketenangan batin. Sementara itu, orang yang hidup sederhana dan bersyukur atas rezeki yang sedikit mungkin justru memiliki kedamaian hati yang luar biasa.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tidak hanya mengukur kecukupan berdasarkan materi, tetapi juga pada bagaimana kita menghargai dan mensyukuri apa yang kita miliki.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Genta Qalbu

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Genta Qalbu

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Genta Qalbu

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Genta Qalbu

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

BERITA TERBARU

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.