Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sabar dan Syukur Tanpa Huruf dan Suara

Sabar dan Syukur Tanpa Huruf dan Suara

Genta Qalbu Minggu, 6 Oktober 2024 19:17 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
genta-golbu

Advertisement

“Sabar dan syukur adalah tanpa huruf dan suara” – AOA

GazanaPublika.com – Sebagian orang mungkin pernah mendengar perkataan “tanpa huruf dan suara,” yang sebetulnya pernyataan tersebut berasal dari Dzun Nun Al-Misri, sebagaimana dalam kalimat:

Advertisement

مَعْرِفَةُ اللَّهِ عِلْمٌ لا يُؤخَذُ عَنْ أَحَدٍ، بِلَا حُرُوفٍ وَبِلَا صَوْتٍ.

Artinya: “Ma’rifat Allah adalah ilmu yang tidak diambil dari seseorang, tanpa huruf dan tanpa suara.”

Sebagaimana mutiara di atas yang mengungkapkan tentang sabar dan syukur pun demikian, yakni tanpa huruf dan tanpa suara.

Apa sebetulnya yang dimaksud tanpa huruf dan suara? Sebetulnya itu adalah sebuah ungkapan bahwa hal itu tidak lagi berangkat dari pemahaman yang terdikte oleh pikiran. Pikiran itu, sebagaimana gambaran huruf dan suara, bisa teridentifikasi, tergambar, dan tercerna di alam pikiran. Dengan kata lain, sifatnya masih konseptual dan mudah diuraikan.

Sedangkan sabar dan syukur, yang apabila sudah terimplementasikan dengan baik, bersifat melekat dalam kesadaran yang terurai dalam psikomotorik atau tasbih. Implementasi itu bukan lagi perangkat pada pemahaman yang terpenjara pada huruf dan suara yang menjelma menjadi perintah.

Sedangkan kesadaran adalah wujud dari jiwa murni yang terdorong untuk berbuat tanpa merasa terpaksa dan bukan doktrin. Sifatnya adalah refleks; karenanya, itulah makna melekat. Bukan dorongan yang disadari, tetapi kesadaran itu bergerak tanpa sadar sebagai suatu kesadaran karena melekat di alam bawah sadar manusia. Sebagaimana pergerakan keseharian manusia, bergerak tanpa disadari; namun apabila itu dorongan positif, maka gerakannya positif, seperti halnya memori yang bergerak secara otomatis.

Tempatkan rasa sabar dan syukur tersebut sebagai refleksi jiwa yang mendalam. Caranya tetap melalui proses pembiasaan yang menghasilkan kebiasaan agar menyatu dengan diri sendiri. Orang yang sudah melekatkan hal tersebut kepada jiwanya tidak akan merasa sebagai orang yang telah bersabar dan bersyukur. Namun Allah SWT akan menilai rasa sabar dan syukur dalam setiap perbuatannya.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Genta Qalbu

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Genta Qalbu

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Genta Qalbu

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Genta Qalbu

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version