Advertisement
“Sabar dan syukur adalah tanpa huruf dan suara” – AOA
GazanaPublika.com – Sebagian orang mungkin pernah mendengar perkataan “tanpa huruf dan suara,” yang sebetulnya pernyataan tersebut berasal dari Dzun Nun Al-Misri, sebagaimana dalam kalimat:
Advertisement
مَعْرِفَةُ اللَّهِ عِلْمٌ لا يُؤخَذُ عَنْ أَحَدٍ، بِلَا حُرُوفٍ وَبِلَا صَوْتٍ.
Artinya: “Ma’rifat Allah adalah ilmu yang tidak diambil dari seseorang, tanpa huruf dan tanpa suara.”
Sebagaimana mutiara di atas yang mengungkapkan tentang sabar dan syukur pun demikian, yakni tanpa huruf dan tanpa suara.
Apa sebetulnya yang dimaksud tanpa huruf dan suara? Sebetulnya itu adalah sebuah ungkapan bahwa hal itu tidak lagi berangkat dari pemahaman yang terdikte oleh pikiran. Pikiran itu, sebagaimana gambaran huruf dan suara, bisa teridentifikasi, tergambar, dan tercerna di alam pikiran. Dengan kata lain, sifatnya masih konseptual dan mudah diuraikan.
Sedangkan sabar dan syukur, yang apabila sudah terimplementasikan dengan baik, bersifat melekat dalam kesadaran yang terurai dalam psikomotorik atau tasbih. Implementasi itu bukan lagi perangkat pada pemahaman yang terpenjara pada huruf dan suara yang menjelma menjadi perintah.
Sedangkan kesadaran adalah wujud dari jiwa murni yang terdorong untuk berbuat tanpa merasa terpaksa dan bukan doktrin. Sifatnya adalah refleks; karenanya, itulah makna melekat. Bukan dorongan yang disadari, tetapi kesadaran itu bergerak tanpa sadar sebagai suatu kesadaran karena melekat di alam bawah sadar manusia. Sebagaimana pergerakan keseharian manusia, bergerak tanpa disadari; namun apabila itu dorongan positif, maka gerakannya positif, seperti halnya memori yang bergerak secara otomatis.
Tempatkan rasa sabar dan syukur tersebut sebagai refleksi jiwa yang mendalam. Caranya tetap melalui proses pembiasaan yang menghasilkan kebiasaan agar menyatu dengan diri sendiri. Orang yang sudah melekatkan hal tersebut kepada jiwanya tidak akan merasa sebagai orang yang telah bersabar dan bersyukur. Namun Allah SWT akan menilai rasa sabar dan syukur dalam setiap perbuatannya.
Advertisement
Advertisement
