Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Merasa Bersalah dan Merasa Benar

Merasa Bersalah dan Merasa Benar

Genta Qalbu Selasa, 14 Januari 2025 6:47 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Genta qolbu mutiara AOA

Advertisement

“Tidak akan mengenal diri sendiri sebelum merasakan diri kita bersalah, karena yang membuat kita melupakan diri kita adalah merasa benar” – AOA

GazanaPublika.com – Substans muhasabah adalah proses untuk mengetahui dan menyadari kesalahan yang telah kita perbuat. Pernahkah kita membuat daftar atau checklist atas kesalahan kita? Berapa banyak kesalahan yang telah kita lakukan, baik yang bersifat moral seperti perbuatan maksiat, maupun kesalahan perilaku akibat tindakan tidak beradab terhadap diri sendiri atau orang lain, terlebih jika sampai menyakiti hati orang lain?

Advertisement

Ternyata, hidup kita penuh dengan kesalahan. Manusia tidak pernah luput dari kekhilafan. Bahkan, meskipun kita pergi ke hutan dengan tujuan menghindari dosa, bisa jadi itu sendiri merupakan kesalahan. Ketika, pada saat tertentu, kita merasa sudah terhindar dari dosa dan kesalahan, muncul rasa suci dalam diri kita. Padahal, perasaan seperti itu justru merupakan dosa besar.

Pernahkah kita merenungi bahwa pikiran kotor yang melintas dalam diri kita adalah dosa? Segala kotoran halus yang menyelinap ke dalam hati, seperti kesombongan, kebencian, kedengkian, prasangka buruk (su’uzhan), dan sifat kikir, sering kali tidak diucapkan tetapi hanya berupa gerak hati. Namun, tidakkah kita sadari bahwa semua itu adalah dosa-dosa batin yang bersemayam di dalam hati kita?

Semoha kita merenungkanlah semua itu. Jika dosa-dosa batin tersebut masih bercokol dalam diri, maka segera kita beristighfar dan sungguh-sungguh memohon ampunan kepada Allah.

Kita wajib mengenali diri sendiri, yakni segala hal buruk yang masih ada dalam diri kita. Diperlukan kesungguhan yang kuat untuk keluar dari belenggu kesalahan tersebut. Tidak ada yang dapat memperbaiki diri kita selain diri kita sendiri, sambil terus memohon pertolongan Allah atas segala kelemahan kita. Kita harus menginsyafi semua itu.

Merasa bersalah di hadapan Allah jauh lebih baik daripada merasa benar. Siapa saja yang memelihara rasa benar dalam dirinya maka ia akan mudah lupa. Lupa bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah.Lupa bahwa dia hanyalah seorang manusia yang akan mati. Bahkan bisa jadi ia akan menjadi pelupa sungguhan. Ia akan tertipu oleh dirinya sendiri, oleh orang lain, bahkan oleh tipu daya setan. Rasa lupa ini akan membuat kita semakin terlena dalam kehidupan, larut dalam dosa, dan akhirnya semakin jauh dari Allah.

Kebalikan dari lupa adalah ingat, yang dalam konteks keimanan disebut dzikir kepada Allah. Ingat berarti membangun kesadaran, dan kesadaran itu adalah ruh. Ruh adalah kedekatan seorang hamba kepada Rabb-nya.

Semoga kita senantiasa mampu bermuhasabah, mengenali kesalahan, memperbaiki diri, dan mendekatkan hati kepada Allah.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Genta Qalbu

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Genta Qalbu

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Genta Qalbu

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Genta Qalbu

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

BERITA TERBARU

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Polda Banten Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tak Terjebak Kericuhan Saat Penyampaian Aspirasi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.