Advertisement
“Jangan merasa lelah atas dasar pengalaman masa lalu atau kerinduan masa lalu. ” – AOA
GazanaPublika.com – Ada sebuah pepatah yang mengatakan, “Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Namun, hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan pepatah tersebut. Sebagian orang justru merasakan manisnya kehidupan terlebih dahulu, tetapi pada akhirnya mengalami kepahitan. Bagaimana seharusnya kita menyikapi kondisi seperti ini jika terjadi pada diri seseorang?
Advertisement
Seseorang yang pernah merasakan kesuksesan atau kekayaan, lalu mengalami kebangkrutan atau kegagalan, sering kali terjebak dalam nostalgia masa lalunya. Ia terus mengungkit-ungkit kejayaan yang pernah diraih dan sulit melepaskan kenangan itu. Kondisi seperti ini biasa disebut sebagai *post-power syndrome*.
Akibatnya, ia menjadi lemah dalam menghadapi masa depan dan sulit bangkit dari keterpurukan. Rasa lelah dan keputusasaan pun kerap menghampiri, membuatnya merasa semakin tidak berdaya.
Jika berada dalam kondisi seperti ini, yang perlu dilakukan adalah membangkitkan semangat untuk melangkah maju. Jangan biarkan jiwa yang terpuruk mengendalikan hidupmu, karena hal itu hanya akan membuatmu semakin terpuruk. Bangkitlah, kuatkan tekad, dan hadapi masa depan dengan keyakinan bahwa setiap tantangan adalah peluang untuk tumbuh lebih kuat.
Advertisement
Advertisement
