Apabila masih pusing sama dunia maka masih kurang ilmunya.” – AOA

GazanaPublika.com – Ungkapan ini tidaklah sulit untuk dipahami: segala sesuatu di dunia ini harus dilandasi oleh ilmu. Kematangan dalam ilmu sangat menentukan hasil yang akan dicapai oleh seseorang. Sebaliknya, apabila ilmu masih minim, maka hambatan demi hambatan akan muncul, bahkan kegagalan pun menjadi sesuatu yang tak terhindarkan.
Oleh sebab itu, penting bagi setiap orang untuk mampu mengukur dirinya sendiri dan menilai kenyataan yang telah ia capai. Jika dalam hidup masih sering mengalami kegagalan, itu menandakan bahwa ilmunya masih perlu ditambah dan diasah. Karena pada dasarnya, keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan sangat ditentukan oleh ilmu yang dimiliki.

Contoh sederhana bisa kita lihat pada orang-orang yang sukses dan unggul di bidangnya. Apapun jenis keahlian yang mereka miliki—baik kepandaian berbicara, kemampuan memimpin, kecakapan teknis, maupun kebijaksanaan spiritual—semuanya berakar dari ilmu. Ilmu bukan hanya dalam bentuk formal, tetapi juga mencakup pengalaman, pemahaman, dan keterampilan yang diperoleh dengan kesungguhan dan pembelajaran.

Rasulullah SAW bersabda, “Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina.” Dalam hadis lain beliau juga bersabda, “Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya.” Bahkan ada pula ungkapan yang menyatakan, “Tuntutlah ilmu hingga ke liang lahat.” Semua ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan seorang Muslim.

Seorang dosen dari salah satu perguruan tinggi di Bandung pernah menyampaikan, “Bekalilah dirimu dengan berbagai macam ilmu, karena pada waktunya ilmu itu akan berguna dan terpakai.” Maka dari itu, jangan sia-siakan waktu hidup hanya untuk berleha-leha. Rasulullah SAW sendiri memberi teladan untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh bahkan hingga ajal menjemput.

Dunia ini hanya bisa dikuasai oleh orang-orang berilmu, baik dalam aspek lahiriah maupun batiniah. Tidak ada jalan menuju keberhasilan sejati melalui kebodohan. Ilmu adalah syarat utama untuk menguasai keadaan, menata kehidupan, dan membentuk peradaban.

Semoga renungan ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus belajar dan membekali diri dengan ilmu, tanpa pernah merasa cukup atau merasa tua. Karena ilmu adalah cahaya yang tak pernah padam, selama kita terus menyalakannya dalam hati dan amal kita.

Redaksi

Exit mobile version