GazanaPublika.com, Kathmandu – Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, Sushila Karki, resmi dipilih sebagai pemimpin sementara negara itu setelah gelombang protes antikorupsi yang penuh kekerasan memaksa Perdana Menteri K. P. Sharma Oli mengundurkan diri pada pekan ini.
Pejabat kantor presiden Nepal, Archana Khadka Adhikari, menyampaikan bahwa Karki, 73 tahun, akan diambil sumpahnya pada Sabtu (13/9/2025) pukul 20.45 waktu setempat (15.00 GMT). Karki dikenal sebagai satu-satunya perempuan yang pernah menjabat sebagai Kepala Mahkamah Agung Nepal.
Krisis politik ini dipicu oleh demonstrasi besar-besaran menentang korupsi yang berujung bentrokan dengan aparat keamanan. Data otoritas kesehatan Nepal mencatat sedikitnya 51 orang tewas dan lebih dari 1.300 orang terluka dalam kerusuhan yang terjadi pada Senin dan Selasa lalu.
Penunjukan Karki menandai tonggak sejarah baru bagi Nepal, yang untuk pertama kalinya dipimpin oleh seorang perempuan sebagai perdana menteri, meskipun dalam kapasitas sementara. Pemerintah transisi ini diharapkan dapat menyiapkan pemilu baru yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026.

