GazanaPublika.com – Amerika Serikat telah menekan Israel agar segera mengurangi kehadiran sebagian pasukan mereka dari Jalur Gaza pada hari Selasa (2/1/2023).

Berita dari Media NBC yang mengutip Times of Israel melaporkan bahwa Israel telah menyetujui desakan AS untuk menarik sebagian pasukan mereka dari Gaza.

Langkah ini menandakan respons Israel terhadap permintaan pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk mengurangi intensitas konflik di sejumlah wilayah Palestina.

Pejabat AS menegaskan bahwa pertempuran sengit masih berlanjut di bagian utara Gaza, sementara tidak ada perubahan terkait agresi di wilayah selatan Gaza.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan rencananya pada Minggu (31/12) untuk menarik mundur lima brigade dari wilayah Gaza. Israel sendiri mengklaim pasukan darat mereka telah menguasai Gaza.

IDF juga dilaporkan mulai mengatur pemulangan para warga yang sebelumnya meninggalkan wilayah dekat perbatasan Gaza sejak 7 Oktober.

Para warga Israel di wilayah sekitar tujuh kilometer dari perbatasan Gaza utara sempat dievakuasi sejak 7 Oktober setelah Hamas menyerang daerah tersebut.

Israel melakukan serangan balasan di Gaza utara setelah Hamas melakukan penyerangan pada 7 Oktober.

Serangan itu menyebabkan lebih dari 20 ribu orang meninggal dunia dan memaksa ratusan ribu warga Gaza utara mengungsi ke wilayah selatan.

Militer Israel sendiri menegaskan bahwa perang melawan Hamas di Gaza akan terus berlangsung selama berbulan-bulan. (Sumber: cnnindonesia.com)

Redaksi

Exit mobile version