GazanaPublika.com, Washington – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa Amerika Serikat kini mendorong Kyiv untuk menarik pasukannya dari wilayah Donbas dan mempertimbangkan pembentukan sebuah ‘zona ekonomi bebas’ di area yang saat ini masih berada di bawah kontrol Ukraina. Pernyataan itu ia sampaikan pada Kamis dalam sebuah keterangan resmi.

Menurut Zelenskyy, usulan terbaru Washington berbeda dari gagasan sebelumnya. AS sebelumnya pernah menyarankan agar Ukraina melepaskan sebagian wilayah Donbas ke Rusia. Namun kini, kata Zelenskyy, muncul opsi kompromi baru yang mengatur bahwa pasukan Ukraina akan mundur sementara pasukan Rusia tidak diizinkan bergerak maju ke wilayah tersebut.

Dalam penjelasannya kepada wartawan di Kyiv, ia menegaskan adanya ketidakjelasan besar dalam konsep tersebut. “Siapa yang akan memerintah wilayah ini, yang mereka sebut sebagai ‘zona ekonomi bebas’ atau ‘zona demiliterisasi’, mereka sendiri tidak tahu,” kata Zelenskyy.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran mendasar bahwa rencana itu berpotensi membuka jalan bagi Rusia untuk mengambil alih kawasan tersebut segera setelah Ukraina menarik pasukannya. Zelenskyy mempertanyakan mekanisme keamanan nyata yang bisa menjamin skema itu berjalan adil bagi Ukraina.

“Jika pasukan satu pihak harus mundur dan pihak lain tetap di tempatnya, lalu apa yang akan menahan pasukan lain, yaitu pasukan Rusia? Atau apa yang akan menghentikan mereka menyamar sebagai warga sipil dan mengambil alih zona ekonomi bebas ini? Ini semua sangat serius. Bukan berarti Ukraina akan menyetujuinya, tetapi jika kita berbicara tentang kompromi, maka itu haruslah kompromi yang adil,” ujarnya.

Zelenskyy menambahkan bahwa setiap kesepakatan terkait usulan tersebut, bila akhirnya dipertimbangkan, perlu mendapatkan legitimasi publik. Ia menegaskan bahwa jika Ukraina menyetujui skema tersebut, maka perlu diadakan pemilihan umum atau referendum untuk meratifikasinya.

Redaksi

Exit mobile version