Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional Minggu, 27 September 2026 17:07 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Teheran masih membuka pintu perundingan di tengah kebuntuan konflik dengan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan, penyelesaian melalui jalur diplomasi tetap menjadi jalan untuk mengakhiri kebuntuan, sementara pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada terpenuhinya sejumlah syarat yang telah ditetapkan Iran.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menolak proposal Iran yang berkaitan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian permusuhan.

Advertisement

Araghchi menegaskan Iran tidak akan membuka kembali jalur strategis tersebut tanpa adanya pemenuhan terhadap syarat yang telah diajukan.

“Syarat-syarat kami jelas, dan setiap langkah menuju pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada dipenuhinya syarat-syarat tersebut,” kata Araghchi, dikutip dari Reuters, Minggu (27/9/2026).

BACA JUGA:  Tuai Kecaman, Trump Ancam Terapkan Tarif Kargo Selat Hormuz

Selain persoalan Selat Hormuz, Araghchi menekankan pentingnya perundingan sebagai jalan untuk keluar dari kebuntuan konflik.

“Hanya solusi melalui perundingan yang dapat membawa mereka keluar dari kebuntuan ini,” ujarnya.

Proposal Iran sebelumnya disampaikan dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York. Setelah itu, proposal tersebut diteruskan kepada Amerika Serikat melalui Qatar yang berperan sebagai mediator.

Namun, respons dari Trump justru berupa penolakan. Pada Sabtu (26/9), Trump menyatakan Iran ingin segera mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz karena berada dalam posisi terdesak akibat konflik yang berlangsung.

“Mereka ingin segera membuat kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz karena mereka sedang mengalami kekalahan telak,” kata Trump.

Meski pernyataan Trump telah disampaikan secara terbuka, Araghchi mengatakan Iran belum menerima pemberitahuan resmi dari para mediator mengenai sikap Amerika Serikat terhadap proposal yang diajukan Teheran.

BACA JUGA:  Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

“Kami sedang menunggu para mediator menyampaikan pandangan pasti kepada kami, dan kami akan mengambil keputusan berdasarkan hal tersebut,” ujar Araghchi.

Dengan demikian, Iran masih menunggu komunikasi resmi melalui jalur mediator sebelum menentukan langkah selanjutnya. Sikap tersebut menunjukkan bahwa Teheran masih menempatkan perundingan sebagai jalur yang dapat digunakan untuk mencari jalan keluar dari kebuntuan konflik.

Sementara itu, Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik strategis dalam perkembangan konflik karena merupakan jalur penting bagi pelayaran. Iran mengaitkan pembukaan kembali selat tersebut dengan pemenuhan syarat yang telah mereka tetapkan, sedangkan Amerika Serikat melalui Trump telah menyatakan penolakan terhadap proposal Iran.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

Internasional

Iran Ultimatum Korsel: Kehadiran Militer di Hormuz Bakal Dianggap Dukung AS

Berita Utama

Rentetan Ledakan Guncang Pulau Kharg Iran, Kapal Tanker Diklaim Jadi Sasaran

Berita Utama

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

BERITA TERBARU

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Penggali Sumur di Malingping Meninggal, Tertimbun 7 Jam

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version