GazanaPublika.com – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, kembali mendesak Amerika Serikat untuk mengizinkan Kyiv melancarkan serangan militer lebih dalam ke wilayah Rusia. Permintaan ini disampaikan setelah pertemuan penting antara perwakilan Ukraina dan pejabat senior AS di Washington. Zelensky menilai langkah ini diperlukan sebagai respons terhadap serangan udara Rusia yang terus menghantam wilayah Ukraina, termasuk serangan terbaru di Kharkiv yang menewaskan enam orang dan melukai 97 lainnya.
Sejak 2022, Washington telah mengucurkan bantuan militer senilai lebih dari US$50 miliar kepada Ukraina, dengan syarat bahwa bantuan tersebut hanya digunakan untuk pertahanan di dalam wilayah Ukraina. Namun, Zelensky kini mendorong perubahan kebijakan tersebut dengan meminta izin untuk memperluas cakupan serangan Ukraina ke dalam wilayah Rusia, yang menurutnya dapat membantu mengakhiri serangan udara mematikan yang menargetkan kota-kota Ukraina.
“Kami membicarakan hal ini setiap hari dengan mitra kami. Kami membujuk. Kami menyampaikan argumen,” ujar Zelensky dalam pidatonya, menegaskan urgensi dari permintaannya tersebut.
Zelensky berpendapat bahwa untuk menghentikan serangan udara Rusia yang menelan banyak korban jiwa, Ukraina harus diberi wewenang untuk menyerang pangkalan militer dan logistik Rusia. Dalam upaya ini, ia tidak hanya meminta dukungan dari Amerika Serikat, tetapi juga dari sekutu lainnya seperti Inggris, Prancis, dan Jerman.
“Kami memerlukan kemampuan untuk benar-benar dan sepenuhnya melindungi Ukraina dan warga Ukraina. Kami memerlukan izin untuk menggunakan kemampuan jarak jauh, termasuk peluru dan rudal jarak jauh,” tegas Zelensky, menunjukkan bahwa persenjataan dengan jangkauan yang lebih luas diperlukan untuk pertahanan yang efektif.
Meski Zelensky tidak memberikan rincian lebih lanjut, ia menyatakan bahwa perwakilannya telah memberikan semua informasi yang diperlukan kepada para mitra internasional. Langkah ini merupakan bagian dari upaya diplomatik yang lebih luas untuk mendapatkan dukungan bagi perluasan strategi militer Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia yang terus berlanjut.
*Satgas OMP Tinombala Amankan Kemeriahan Zumba Party BERANI*
PALU, Kurang lebih 100 personel Satgas Operasi Mantap Praja (OMP) Tinombala 2024 mengamankan senam zumba yang diselenggarakan tim pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Anwar Hafid – Reny Lamadjido di lapangan Abadi Palu, Minggu (1/9/2024)
Mulai pukul 06.00 wita, peserta senam zumba yang didominasi kaum hawa ini terus berdatangan untuk mengikuti senam yang digagas tim pasangan calon kepala daerah yang mengusung tagline BERANI (Bersama Anwar Hafid-Reny Lamadjido)
“Hari ini ada kurang lebih 100 personel yang kami turunkan untuk mengamankan kegiatan senam zumba BERAN di lapangan abadi, Palu” ungkap Kasatgas Humas OMP Tinombala Kombes Pol. Djoko Wienartono di Palu.
Kasatgas Humas menyebut, Petugas
Kepolisian yang diturunkan adalah mereka yang terlibat Operasi Mantap Praja Tinonbala 2024.
“Yang kami turunkan adalah gabungan dari beberapa satgas OMP Tinombala,” ujarnya.
Karena terkait kegiatan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulteng, sehingga pengamanan dilakukan Satgas OMP Tinombala, jelas Kombes Pol. Djoko Wienartono yang juga Kabidhumas Pilda Sulteng.
“Kegiatan yang mengumpulkan orang banyak itu berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Oleh karenanya, Kepolisian hadir untuk mengamankan kegiatan sekaligus dapat segera mengambil tindakan bila muncul gangguan,” bebernya.
Ini adalah bentuk komitmen Kepolisian dalam mengamankan situasi agar tetap aman dan kondusif selama tahapan Pilkada 2024 di Provinsi Sulawesi Tengah, pungkasnya.

