GazanaPublika.com – Dalam perkembangan terbaru, Rusia mengeluarkan pernyataan mendesak Israel untuk segera menarik pasukannya dari Lebanon. Tindakan ini disampaikan sebagai respons terhadap serangan darat terbatas yang dilakukan oleh Israel, di mana mereka menurunkan pasukan komando dan terjun payung, di samping serangan udara menggunakan jet tempur.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk keras serangan yang menargetkan Lebanon dan mengingatkan bahwa tindakan militer Israel dapat memicu eskalasi kekerasan lebih lanjut di Timur Tengah. Dalam sebuah pernyataan resmi, Rusia menekankan pentingnya bagi Israel untuk menghentikan permusuhan dan berkomitmen untuk mencari solusi damai dalam menyelesaikan konflik di kawasan tersebut.

“Langkah yang diambil oleh militer dan kepemimpinan politik Israel setelah pembunuhan sejumlah pemimpin Hizbullah jelas akan menyebabkan meningkatnya ketegangan dan kekerasan di Timur Tengah,” ungkap kementerian luar negeri Rusia, merujuk pada situasi yang semakin memanas di wilayah tersebut.

Sementara itu, laporan dari media Lebanon menyebutkan bahwa Israel telah melancarkan serangan baru ke ibu kota Beirut, menargetkan area pinggiran kota. Serangan ini terjadi setelah serangkaian serangan di daerah yang menjadi basis Hizbullah, yang dikenal sebagai proksi Iran di Lebanon. Seorang fotografer AFP melaporkan asap mengepul dari daerah yang terkena serangan.

Di sisi lain, juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, melalui media sosialnya, meminta penduduk desa-desa di Lebanon selatan untuk mengungsi. Perintah evakuasi ini mencakup 20 desa yang terimbas oleh situasi tersebut. “Segera evakuasi rumah Anda. Hindari bergerak ke selatan, karena setiap langkah ke arah tersebut dapat membahayakan keselamatan Anda,” tambahnya.

Serangan Israel di Lebanon ini terjadi bersamaan dengan serangan Iran yang dilaporkan menembakkan 200 rudal ke arah Israel, serta serangan drone dari Pasukan Houthi di Yaman yang menargetkan Tel Aviv dan Bandara Eilat.

Sumber: CNBCIndonesia.com

Redaksi

Exit mobile version