GazanaPublika.com, Serang – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol mengungkapkan temuan cemaran radioaktif Cesium-137 di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, Banten, dipastikan bukan berasal dari dalam negeri. Menurutnya, unsur berbahaya tersebut hanya diproduksi dari reaktor nuklir, sementara Indonesia sendiri tidak memiliki fasilitas nuklir aktif.

“Berdasarkan penjelasan para ahli, unsur ini hanya diproduksi dari reaktor nuklir. Karena di Indonesia tidak ada reaktor nuklir, dimungkinkan cemaran ini berasal dari negara lain yang kemudian masuk tanpa terkontrol,” kata Hanif saat konferensi pers di Serang, Selasa (30/9/2025).

Hanif menjelaskan, pemerintah segera membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini. Langkah awal dilakukan melalui proses dekontaminasi di sejumlah titik lokasi yang terdeteksi memiliki tingkat radiasi tinggi.

Material radioaktif tersebut sementara ditampung di PT Peter Metal Technology (PMT) sebelum dipindahkan ke fasilitas penyimpanan jangka panjang. Hanif menegaskan, penanganan ini mengacu pada pengalaman serupa pada tahun 2019, ketika ditemukan cemaran radioaktif di kawasan Batan Indah, Tangerang Selatan.

“Kami pastikan masyarakat akan tetap aman. Pemerintah menangani ini dengan sangat serius dan prudent,” ujarnya.

Proses pengangkatan material radioaktif dilakukan dengan pengawalan ketat dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), serta Gegana Polri.

Dari hasil operasi, sebanyak tujuh kuintal material berhasil dipindahkan ke PMT. Tingkat radiasi di lokasi juga menunjukkan penurunan signifikan, dari level berbahaya menjadi 0,07 hingga 0,04 mikrosievert per jam (µSv/jam), yang setara dengan kondisi normal.

Meski begitu, Hanif menyebut masih ada serpihan kecil Cesium-137 yang harus dibersihkan. “Lokalisasi sudah dilakukan di enam titik. Satu titik selesai hari ini, dan lima titik lainnya akan segera ditangani besok secara bertahap,” jelasnya.

Hanif menegaskan, penyimpanan di PMT bersifat sementara. Pemerintah bersama BRIN dan BAPETEN kini tengah merumuskan pembangunan fasilitas penyimpanan jangka panjang agar penanganan lebih berkelanjutan.

Ia juga memastikan bahwa kondisi lingkungan di sekitar Cikande saat ini sudah terkendali. “Nilai radiasi sudah turun menjadi 0,04 µSv/jam, sama dengan kondisi normal. Jadi wilayah ini sudah aman untuk masyarakat. Namun, masyarakat sekitar tetap akan kami periksa kesehatannya,” pungkasnya.

Redaksi

Exit mobile version