Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Cak Imin Sebut Renovasi Ponpes Al Khoziny Boleh Pakai APBN: ‘Kalau 1.900 Santri Belajar di Mana?’

Cak Imin Sebut Renovasi Ponpes Al Khoziny Boleh Pakai APBN: ‘Kalau 1.900 Santri Belajar di Mana?’

Nasional Selasa, 14 Oktober 2025 21:31 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,  Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa pembangunan kembali Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, layak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan ribuan santri tetap bisa belajar dengan layak pasca musibah ambruknya gedung ponpes tersebut.

“Al Khoziny ini layak dibantu APBN, karena kalau jumlah santrinya 1.900, mau sekolah di mana? Mau dibiarkan di tenda? Pemerintah mau diam saja?” kata Cak Imin seusai penandatanganan kesepakatan bersama di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2025).

Advertisement

Ia menyayangkan munculnya kritik dari sejumlah pihak, termasuk anggota DPR, yang menolak penggunaan APBN untuk membangun kembali pondok tersebut. Cak Imin balik bertanya, apa solusi konkret yang ditawarkan oleh mereka yang menolak.

BACA JUGA:  Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

“Kepada teman-teman yang memprotes penggunaan APBN, apa solusi Anda? Dengan 1.900 santri yang sedang belajar, apa mau kita biarkan tanpa ruang kelas?” ujarnya dengan nada tegas.

Cak Imin mengingatkan, bantuan negara bukan semata-mata urusan anggaran, tetapi menyangkut kemanusiaan dan masa depan generasi muda pesantren. Ia menilai tudingan bahwa pemerintah salah langkah adalah bentuk pandangan sempit yang tidak melihat situasi di lapangan.

“Yang kita tolong ini anak-anak negeri yang sedang belajar. Saya sangat tidak habis pikir, yang dikritik justru upaya pemerintah melindungi anak-anak yang tidak punya tempat belajar,” tambahnya.

Sebelumnya, bangunan di Ponpes Al Khoziny ambruk dan menewaskan 67 orang, sebagian besar santri dan pengajar. Bupati Sidoarjo, Subandi, mengungkapkan bahwa gedung tersebut tidak memiliki izin pembangunan, sementara polisi masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tragis itu.

BACA JUGA:  Kasus Dugaan Suap Bea Cukai PT Blueray Cargo: KPK Dalami Fakta Sidang, Hotman Paris Tantang Pembuktian Keterlibatan Raffi Ahmad

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo memastikan bahwa pembangunan ulang ponpes tersebut akan dilakukan menggunakan dana APBN 2025, dengan pengawasan ketat agar sesuai standar konstruksi dan keselamatan.

Meski begitu, sejumlah kalangan di parlemen meminta agar pemerintah berhati-hati menggunakan anggaran publik, serta menuntut audit ketat terhadap ponpes penerima bantuan negara. Namun, bagi Cak Imin, keselamatan santri dan keberlangsungan pendidikan menjadi prioritas utama.

“Negara hadir bukan hanya untuk membangun jalan dan jembatan, tapi juga untuk menyelamatkan anak-anak yang belajar tentang nilai dan akhlak,” pungkasnya.

Advertisement

Cak Imin Muhaimin Iskandar
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Nasional

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Nasional

Prabowo Sungkem kepada Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso di Muktamar NU ke-35

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

BERITA TERBARU

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.