GazanaPublika.com — Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran menteri dan kepala lembaga Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7) siang. Pertemuan tersebut difokuskan untuk membahas pematangan program unggulan pemerintah, yaitu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Sejumlah pejabat tinggi negara mulai merapat ke kompleks Istana sejak pukul 12.00 WIB. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengonfirmasi bahwa agenda utama pembahasan dalam rapat tersebut berkisar pada kesiapan pelaksanaan program koperasi desa.
Daftar Pejabat yang Hadir
Rapat ini dihadiri oleh jajaran menteri teknis, kepala lembaga pengawas, hingga seluruh Menteri Koordinator (Menko):
* Menteri Teknis & Kepala Lembaga:
* Menteri Koperasi: Ferry Juliantono
* Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa
* Menteri ESDM: Bahlil Lahadalia
* Menteri Pertanian: Andi Amran Sulaiman
* Mendikti Saintek: Brian Yuliarto
* Kepala Badan Pengelola BUMN: Donny Oskaria
* Kepala BPKP: Yusuf Ateh
* Jajaran Menteri Koordinator:
* Menko PMK: Pratikno
* Menko Kumham Imipas: Yusril Ihza Mahendra
* Menko Pangan: Zulkifli Hasan
* Menko IPK: Agus Harimurti Yudhoyono
* Menko Polkam: Djamari Chaniago
* Menko PM: Muhaimin Iskandar (Cak Imin)
Program Kopdes Merah Putih dirancang sebagai pilar penting ekonomi pedesaan dengan dua peran strategis:
Pemerintah menargetkan seluruh barang bersubsidi dialirkan secara langsung melalui Kopdes Merah Putih. Langkah ini diambil untuk menutup celah kebocoran dan memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.
Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus. Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan supaya yang membutuhkan, dialah yang terima, tegas Presiden Prabowo.
Selain mendistribusikan barang subsidi, Kopdes berfungsi menstabilkan harga komoditas pangan lokal seperti gabah dan jagung. Koperasi akan membeli langsung hasil panen petani apabila harga pasar jatuh di bawah ketetapan pemerintah.
> Dia sebagai offtaker kalau harga seperti gabah, jagung, dan lain di bawah harga yang sudah ditentukan pemerintah, maka koperasi bisa menjadi pembeli dari produk-produk pertanian tersebut, jelas Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari rapat serupa yang digelar pada Rabu (15/7) lalu. Keseriusan pemerintah dalam mengawal program ini sebelumnya juga ditegaskan Presiden Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Jakarta, di mana ia menekankan pentingnya reformasi tata kelola distribusi subsidi nasional berbasis koperasi desa.

