Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » BMKG Perbarui Info Sebaran Abu Anak Krakatau, Jakarta Tak Lagi Masuk Wilayah Terdampak

BMKG Perbarui Info Sebaran Abu Anak Krakatau, Jakarta Tak Lagi Masuk Wilayah Terdampak

Berita Utama Selasa, 8 September 2026 20:14 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi mengenai sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Berdasarkan pemantauan terbaru, Jakarta tidak lagi tercantum sebagai wilayah yang berada dalam jalur sebaran abu vulkanik.

Pemantauan menggunakan citra satelit Himawari-9 pada Senin (7/9/2026) hingga pukul 15.00 WIB menunjukkan adanya klaster sebaran debu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Advertisement

BMKG memperkirakan abu vulkanik bergerak semakin ke arah barat daya dan menjauhi kawasan puncak Gunung Anak Krakatau. “Abu vulkanik diperkirakan semakin menyebar ke arah barat daya,” demikian keterangan BMKG sebagaimana dikutip dari detik.com.

BACA JUGA:  Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Selatan Gunungkidul, BMKG Nyatakan Tak Berpotensi Tsunami

Pada lapisan rendah hingga ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer, abu vulkanik bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Sebarannya mencakup wilayah Banten bagian barat, Lampung, Bengkulu, serta Samudra Hindia di sebelah barat wilayah tersebut.

Sebaran abu pada lapisan rendah berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang masyarakat di wilayah yang dilaluinya.

Sementara pada lapisan tinggi hingga 50.000 kaki atau sekitar 15,24 kilometer, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat. Sebaran tersebut lebih banyak mengarah ke Samudra Hindia di sebelah barat-barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Pada ketinggian tersebut, sebaran abu menjadi perhatian khusus bagi penerbangan karena berada pada jalur lintasan pesawat udara.

BACA JUGA:  Waka Komisi III DPR Minta Pria Penendang Wanita di Sency Dihukum Maksimal

Sebelumnya, Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan bahwa arah sebaran abu vulkanik dipengaruhi kondisi angin pada berbagai lapisan atmosfer.

Berdasarkan data pada 6 September 2026 pukul 16.00 WIB, angin di sekitar Gunung Anak Krakatau bergerak dengan arah berbeda pada setiap lapisan ketinggian. Kondisi tersebut sebelumnya menyebabkan Jakarta dan sejumlah wilayah di sekitarnya masuk dalam potensi jalur sebaran abu.

Namun, berdasarkan pembaruan pemantauan pada Senin (7/9/2026), arah sebaran abu lebih dominan menuju barat daya sehingga Jakarta tidak lagi dicantumkan sebagai wilayah terdampak dalam informasi terbaru BMKG.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Yusril Tegaskan Kerugian Negara Tetap Jadi Unsur Korupsi, Revisi UU Tipikor Bukan untuk Menghapusnya

Nasional

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Selatan Gunungkidul, BMKG Nyatakan Tak Berpotensi Tsunami

Berita Utama

Lebih dari 3.300 Hektare Lahan dan Hutan di Kalimantan Masih Terbakar

Nasional

Magang Nasional Batch 3 Dibuka, Pendaftaran Peserta hingga 4 November 2026

BERITA TERBARU

Yusril Tegaskan Kerugian Negara Tetap Jadi Unsur Korupsi, Revisi UU Tipikor Bukan untuk Menghapusnya

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Selatan Gunungkidul, BMKG Nyatakan Tak Berpotensi Tsunami

Pramono dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama Bantargebang, DKI Siapkan Kompensasi Rp362 Miliar

Lebih dari 3.300 Hektare Lahan dan Hutan di Kalimantan Masih Terbakar

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version