GazanaPublika.com – Gereja Katolik di Papua Nugini berharap kunjungan Paus Fransiskus dapat membawa dampak positif bagi negara mereka yang sedang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari korupsi hingga persoalan terkait sihir. Uskup Rozario Menezes dari Keuskupan Lae menyatakan harapannya agar kehadiran Paus dapat memberikan perubahan signifikan terhadap isu-isu sosial yang mendesak.

“Kami berdoa agar pesan yang disampaikan oleh Paus Fransiskus mampu menyentuh hati masyarakat Papua Nugini, sehingga mereka dapat mengalami pertobatan dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik,” kata Uskup Menezes kepada Vatican News, Sabtu (7/9/2024).

Menurutnya, Papua Nugini tengah terpuruk akibat kemiskinan yang disebabkan oleh pemerintahan yang buruk, tingginya tingkat korupsi, serta minimnya transparansi dalam penambangan dasar laut yang telah merusak lingkungan dan mengancam sumber mata pencaharian warga lokal.

“Gereja mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan menghentikan kerusakan alam. Kita harus melindungi alam, bukan merusaknya,” tambah Menezes.

Selain masalah lingkungan, Uskup Menezes juga menyoroti kekerasan yang sering terjadi di masyarakat, khususnya terkait tuduhan praktik sihir yang kerap berujung pada penyiksaan, terutama terhadap kaum perempuan.

“Kekerasan terkait tuduhan sihir telah lama menjadi perhatian gereja. Banyak orang yang dituduh melakukan ilmu hitam dan disiksa tanpa adanya rasa hormat terhadap kehidupan manusia. Ini sangat keliru,” ujarnya.

Menezes percaya bahwa pesan-pesan Paus Fransiskus akan memberikan dampak positif, baik bagi para pemimpin maupun rakyat Papua Nugini, karena pengaruh global Paus yang kuat.

Paus Fransiskus dijadwalkan berada di Papua Nugini dari 6 hingga 9 September, di mana beliau akan bertemu dengan Perdana Menteri James Marape, tokoh lintas agama, dan memimpin misa. Setelah kunjungannya ke Papua Nugini, Paus akan melanjutkan perjalanan apostoliknya ke Timor Leste dan Singapura, setelah sebelumnya mengunjungi Indonesia pada awal September.

Sumber: CNNIndonesia.com

Redaksi

Exit mobile version