GazanaPublika.com – Presiden terpilih Prabowo Subianto berencana membentuk kabinet yang beranggotakan para ahli di bidangnya, meskipun mereka tetap bisa berasal dari partai politik. Langkah ini diambil guna memastikan pemerintahan yang akan dipimpinnya bekerja secara efektif dengan orang-orang yang memiliki kompetensi tinggi.
“Pak Prabowo ingin kabinetnya nanti diisi oleh orang-orang yang benar-benar profesional di bidangnya, meskipun bisa saja mereka diajukan oleh partai politik,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/9/2024).
Sementara itu, Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa Prabowo tengah merampungkan komposisi kabinetnya dan diperkirakan akan selesai sebelum pelantikan pada 20 Oktober mendatang.
“Mungkin susunan kabinet akan final sekitar H-7 atau H-5 sebelum pelantikan,” ungkap Dasco di kompleks parlemen, Kamis (12/9).
Dasco juga menegaskan bahwa mayoritas posisi menteri akan diisi oleh kalangan profesional, dengan sedikit keterlibatan dari partai politik.
Apa Itu Zaken Kabinet?
Zaken kabinet, yang menjadi model yang dipilih oleh Prabowo, dikenal sebagai kabinet yang diisi oleh ahli atau profesional, bukan sekadar perwakilan partai politik. Kabinet ini sering kali disebut sebagai *business cabinet*, karena mengedepankan kompetensi teknis dalam menjalankan roda pemerintahan.
Di Indonesia, konsep zaken kabinet pertama kali diterapkan pada Kabinet Natsir yang dibentuk pada 6 September 1950. Kabinet tersebut terdiri dari ahli ekonomi dan keuangan terkemuka, seperti Sjafruddin Prawiranegara sebagai Menteri Keuangan dan Soemitro Djojohadikusumo sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian.
Meskipun demikian, kabinet ini hanya bertahan satu tahun karena kehilangan dukungan politik di parlemen.
Upaya serupa juga pernah dilakukan oleh Wilopo, kader PNI, yang mencoba membentuk zaken kabinet dengan berkoalisi bersama beberapa partai kecil. Namun, nasib Kabinet Wilopo pun serupa dengan Kabinet Natsir, hanya berusia singkat karena dukungan politik yang goyah.
Meski demikian, pembentukan zaken kabinet oleh Prabowo kali ini diharapkan dapat berjalan lebih stabil dan sukses dalam membawa perubahan positif bagi Indonesia, dengan fokus pada keahlian dan profesionalisme dalam pemerintahan.
Sumber: CNNIIndonesia.com

