GazanaPublika.com – Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus eks Calon Presiden (Capres) di Pilpres 2024, Anies Baswedan, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-73 kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto pada Kamis (17/10/2024). Prabowo, yang lahir pada 17 Oktober 1951 di Jakarta, akan segera mengemban tugas berat sebagai Presiden Indonesia yang baru, dengan pelantikan yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Anies, yang pernah menjadi pesaing Prabowo dalam kontestasi Pilpres 2024, menunjukkan sikap sportif dengan memberikan ucapan penuh doa melalui akun media sosial X (sebelumnya Twitter). Dalam pesan tersebut, Anies berharap agar Prabowo selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah besar sebagai Presiden.
“Selamat ulang tahun ke-73, Pak @prabowo. Semoga terus diberi kesehatan, kekuatan, dan petunjuk Allah dalam menjalankan tugas besar menunaikan amanah pemerintahan dari rakyat Indonesia,” tulis Anies melalui akun pribadinya, @aniesbaswedan.
Meskipun dalam masa kampanye Pilpres 2024, kedua tokoh tersebut sempat berseberangan dan terlibat dalam persaingan yang sengit, ucapan Anies ini menunjukkan sikap kedewasaan politik. Ucapan tersebut juga dianggap sebagai langkah rekonsiliasi di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Anies Menohok Prabowo dalam Debat Capres
Sebelum memberikan dukungan moril kepada Prabowo, Anies pernah menyampaikan kritik tajam terkait kinerja Prabowo dalam salah satu debat capres di Pilpres 2024. Pada debat ketiga yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024), Anies secara terbuka menyoroti kinerja Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang dipimpin oleh Prabowo Subianto.
Anies mempertanyakan kesejahteraan prajurit TNI dan menilai bahwa perhatian Kemhan terhadap kesejahteraan prajurit dinilai belum maksimal. Dalam sesi tersebut, Anies mengajukan pertanyaan kepada Ganjar Pranowo, capres nomor urut 3, mengenai skor yang akan diberikan Ganjar atas kinerja Kementerian Pertahanan. Ganjar memberikan skor lima, yang kemudian ditanggapi oleh Anies dengan penilaian yang lebih tajam.
Anies kemudian menyatakan bahwa kinerja Kemhan di bawah Prabowo mendapatkan nilai “11 dari 100.” Penilaian ini disampaikan dengan kritik terkait rendahnya tunjangan prajurit dan kondisi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dinilai tidak memadai.
“11, Mas, dari 100,” kata Anies, menanggapi desakan Ganjar untuk memberikan angka yang jelas terkait penilaiannya terhadap Kemhan. Pernyataan ini menjadi salah satu sorotan utama dalam debat tersebut dan sempat memicu perdebatan di media serta masyarakat.

