Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sri Mulyani Menteri di Tiga Presiden, Awet!

Sri Mulyani Menteri di Tiga Presiden, Awet!

Nasional Senin, 21 Oktober 2024 9:01 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sri Mulyani kembali diangkat sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029, melanjutkan kiprahnya dalam memperkuat kebijakan fiskal dan stabilitas ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, di Senayan (20/10/2024)

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta, Sri Mulyani Indrawati, seorang ekonom senior dengan reputasi global, kembali diangkat sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029 oleh Presiden Prabowo Subianto di Gedung DPR RI, Senayan, Minggu (20/10/2024).

Pengangkatan ini memperpanjang kiprahnya sebagai Menteri Keuangan setelah sebelumnya menduduki posisi tersebut selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo (2016-2024). Dengan pengalamannya yang luas dan dedikasinya terhadap reformasi ekonomi, Sri Mulyani diharapkan terus memegang peran penting dalam mengawal stabilitas keuangan negara dan memperkuat kebijakan fiskal Indonesia.

Advertisement

Lahir di Bandar Lampung pada 26 Agustus 1962, Sri Mulyani adalah anak dari pasangan Prof. Satmoko dan Retno Sriningsih. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di Indonesia sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), di mana ia memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1986. Karier akademiknya semakin berkembang ketika ia melanjutkan studi di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, tempat ia meraih gelar master dan doktor dalam bidang ekonomi.

Karier profesional Sri Mulyani dimulai sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi UI, yang membawanya terlibat dalam berbagai proyek penelitian terkait kebijakan ekonomi dan pembangunan. Pada tahun 2002, ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif IMF, mewakili 12 negara Asia Tenggara, sebuah posisi yang memberinya pengalaman dalam mengelola isu-isu keuangan global.

BACA JUGA:  Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

Sri Mulyani pertama kali diangkat sebagai Menteri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tepatnya pada 2005. Pada masa itu, ia memperkenalkan berbagai kebijakan reformasi fiskal dan pengelolaan anggaran negara yang sangat dibutuhkan. Di bawah kepemimpinannya, Kementerian Keuangan berhasil menciptakan sistem tata kelola anggaran yang lebih transparan dan akuntabel, yang membuatnya mendapatkan pengakuan internasional. Ia juga dikenal berani dalam memberantas praktik korupsi di lingkungan kementerian, serta mengatasi tantangan berat dalam pengelolaan subsidi energi.

Namun, pada 2010, ia memilih untuk meninggalkan jabatan Menteri Keuangan setelah diterima sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, sebuah lembaga keuangan internasional yang berperan besar dalam kebijakan pembangunan global. Dalam perannya di Bank Dunia, Sri Mulyani memimpin berbagai inisiatif untuk membantu negara-negara berkembang memperbaiki kondisi ekonomi mereka, termasuk kebijakan terkait pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Kariernya di Bank Dunia memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh ekonomi paling berpengaruh di dunia.

Kembali ke Indonesia pada 2016, Sri Mulyani diangkat lagi sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo. Selama periode tersebut, ia dihadapkan pada tantangan besar, seperti menurunkan tingkat defisit anggaran, mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri, dan memperbaiki sistem perpajakan. Namun, tantangan terbesar muncul pada 2020 saat pandemi COVID-19 melanda. Di bawah arahannya, Kementerian Keuangan berhasil menyusun berbagai paket stimulus untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan melindungi sektor-sektor vital seperti kesehatan, sosial, dan dunia usaha.

BACA JUGA:  Pemerintah Resmi Luncurkan Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Usung Tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Dalam kabinet Prabowo Subianto, Sri Mulyani diharapkan melanjutkan tugasnya dalam memperkuat kebijakan fiskal yang berkelanjutan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan meneruskan reformasi perpajakan. Sebagai menteri yang memiliki pengaruh kuat di kancah internasional, ia juga akan memainkan peran penting dalam menjaga hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara mitra strategis dan lembaga keuangan internasional.

Di luar kehidupan profesionalnya, Sri Mulyani dikenal sebagai figur yang tegas dan berdedikasi. Ia merupakan ibu dari tiga anak, dan dalam kehidupannya, ia kerap menyampaikan pentingnya pendidikan dan disiplin dalam mencapai kesuksesan. Sepanjang kariernya, Sri Mulyani telah menerima berbagai penghargaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam memperbaiki sistem keuangan dan ekonomi, termasuk dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik versi majalah Global Markets pada 2018.

Sebagai Menteri Keuangan dalam kabinet baru ini, tantangan yang dihadapinya tidak akan mudah, mengingat tantangan ekonomi global yang semakin dinamis dan harapan besar untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di dalam negeri. Namun, dengan rekam jejak yang solid, Sri Mulyani diyakini mampu melanjutkan reformasi yang telah dirintisnya dan membawa Indonesia menuju era pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan inklusif.

Advertisement

Menteri
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Perdana, Pendekar Banten Latihan Jurus Baku TTKKBI di Markas DPW I Banten

Nasional

Keluhan Mitra Dapur Program Makan Bergizi Gratis Soal Keracunan

Nasional

Rumah Anggota BPK Digeledah KPK

Berita Utama

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

BERITA TERBARU

Proyek Rabat Beton Dana Desa Rp223 Juta di Desa Sanding Petir Retak, Pihak Desa Belum Bisa Dikonfirmasi

Komisi Informasi Jabar Menangkan Bpkp, Diskominfo Kota Bandung Diperintahkan Buka Dokumen Anggaran Kemitraan Media

SMK KOPTI Berikan Pembekalan MPLS Bahas Bahaya Narkoba Hingga Tolak LGBT

Polda Banten Edukasi Masyarakat tentang Pencegahan Premanisme Melalui Penegakan Hukum dan Peran Masyarakat

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.