Advertisement
GazanaPublika.com, Halmahera Barat – Gunung Ibu, yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Kamis pagi (31/10/2024) sekitar pukul 10.06 WIT. Gunung ini, yang masih berstatus Siaga (Level III), mengeluarkan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncaknya, atau sekitar 2.325 meter di atas permukaan laut.
Menurut laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu hasil erupsi tersebut tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke tenggara. Aktivitas ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan berlangsung selama 116 detik, menunjukkan adanya peningkatan tekanan vulkanik dari dalam gunung.
Advertisement
PVMBG memberikan imbauan agar masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan Gunung Ibu tetap waspada. Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah aktif serta di area sektoral sejauh 5 kilometer ke arah bukaan kawah di sisi utara. Dengan demikian, risiko terkena dampak langsung dari erupsi, seperti lontaran material vulkanik, dapat diminimalkan.
Selain itu, bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama jika terjadi hujan abu, PVMBG merekomendasikan penggunaan masker dan kacamata sebagai langkah perlindungan terhadap abu vulkanik. Abu ini, meskipun terlihat tidak berbahaya, dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan mata jika terhirup atau terkena langsung.
Dalam menjaga kondusivitas, PVMBG meminta agar masyarakat tidak mudah percaya dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait aktivitas Gunung Ibu. Menghindari penyebaran hoaks serta mengikuti arahan dari pemerintah adalah langkah penting untuk memastikan keamanan bersama di wilayah tersebut.
Laporan PVMBG juga mencatat bahwa sepanjang hari Rabu (30/10/2024), Gunung Ibu mengalami total 79 kali gempa letusan dengan amplitudo antara 20-28 mm yang berlangsung antara 42 hingga 226 detik, serta 6 kali gempa guguran, 58 kali gempa embusan, dan 13 kali gempa harmonik. Selain itu, ada 713 kali gempa vulkanik dangkal dan 66 kali gempa vulkanik dalam yang tercatat, menandakan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan.
Gunung Ibu menjadi salah satu gunung api aktif di Indonesia dengan frekuensi letusan yang tinggi pada 2024, dengan total mencapai 1.889 kali letusan sepanjang tahun ini. Gunung yang berada di ketinggian 1.340 meter di atas permukaan laut ini telah meletus secara aktif sejak 2007, umumnya dengan jenis letusan freatik yang terjadi di permukaan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Gunung Ibu memang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang intens. Erupsi terakhir sebelumnya terjadi pada 8 September 2024, dengan kolom abu setinggi 300 meter dan durasi letusan mencapai 64 detik. Meski tidak membahayakan pemukiman warga yang berada cukup jauh dari gunung, peningkatan aktivitas ini tetap menjadi perhatian bagi PVMBG dan masyarakat sekitar.
Advertisement
Advertisement
