Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Pasha ‘Ungu’ Pertanyakan Pendataan Bansos Setelah Temui Anak Cerebral Palsy di Jakarta Barat Tanpa Bantuan

Pasha ‘Ungu’ Pertanyakan Pendataan Bansos Setelah Temui Anak Cerebral Palsy di Jakarta Barat Tanpa Bantuan

Nasional Selasa, 12 November 2024 19:17 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Dalam rapat bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Senayan, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PAN, Sigit Purnomo atau yang akrab disapa Pasha ‘Ungu’, menceritakan pengalaman mengharukan saat mengunjungi daerah pemilihannya di Jakarta Barat. Ia mengaku terharu dan sempat menitikkan air mata ketika bertemu seorang anak pengidap cerebral palsy yang belum tersentuh bantuan sosial.

Dengan membawa selembar foto pertemuannya dengan anak tersebut, Pasha mengungkapkan keprihatinannya terhadap data penerima bansos yang dikelola Kemensos. “Ini di dapil saya, Pak Menteri. Jangan lihat saya-nya, lihat anak ini. Dia mengidap cerebral palsy, penyakit yang mempengaruhi otak, saraf, dan ototnya,” ungkap Pasha sambil menunjukkan foto itu.

BACA JUGA:  Fokus Jalani Pengobatan Jantung, Nanik S Deyang Mengundurkan Diri dari Jabatan Kepala Badan Gizi Nasional

Advertisement

Lebih lanjut, Pasha menjelaskan bahwa ibu dari anak tersebut hanya bekerja serabutan, tanpa pekerjaan tetap. Namun, keluarga ini belum mendapatkan satu pun jenis bantuan, baik Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan, maupun bantuan langsung tunai.

“Seharusnya keluarga ini terdata sebagai penerima bantuan. Anak ini bahkan harus merangkak untuk bergerak. Dia semangat untuk sembuh dan menjalani fisioterapi, tapi butuh alat penyangga kaki,” ungkapnya penuh emosi.

Melalui pengalaman ini, Pasha mempertanyakan keakuratan pendataan bansos yang dijalankan Kemensos. Ia menyarankan agar pemerintah mengevaluasi peran oknum di tingkat RT, RW, dan kelurahan yang bertugas menginput data sebelum diintegrasikan ke Kemensos, agar kesalahan pendataan tidak terus berulang.

BACA JUGA:  Sudaryono Resmi Dilantik, Pengamat Sorot Latar Belakang Politik dan PR Berat MBG

Sumber: detik.com

Advertisement

Ricky Fadil
  • Website

Editor

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version