Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta – Dalam rapat bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Senayan, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PAN, Sigit Purnomo atau yang akrab disapa Pasha ‘Ungu’, menceritakan pengalaman mengharukan saat mengunjungi daerah pemilihannya di Jakarta Barat. Ia mengaku terharu dan sempat menitikkan air mata ketika bertemu seorang anak pengidap cerebral palsy yang belum tersentuh bantuan sosial.
Dengan membawa selembar foto pertemuannya dengan anak tersebut, Pasha mengungkapkan keprihatinannya terhadap data penerima bansos yang dikelola Kemensos. “Ini di dapil saya, Pak Menteri. Jangan lihat saya-nya, lihat anak ini. Dia mengidap cerebral palsy, penyakit yang mempengaruhi otak, saraf, dan ototnya,” ungkap Pasha sambil menunjukkan foto itu.
Lebih lanjut, Pasha menjelaskan bahwa ibu dari anak tersebut hanya bekerja serabutan, tanpa pekerjaan tetap. Namun, keluarga ini belum mendapatkan satu pun jenis bantuan, baik Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan, maupun bantuan langsung tunai.
“Seharusnya keluarga ini terdata sebagai penerima bantuan. Anak ini bahkan harus merangkak untuk bergerak. Dia semangat untuk sembuh dan menjalani fisioterapi, tapi butuh alat penyangga kaki,” ungkapnya penuh emosi.
Melalui pengalaman ini, Pasha mempertanyakan keakuratan pendataan bansos yang dijalankan Kemensos. Ia menyarankan agar pemerintah mengevaluasi peran oknum di tingkat RT, RW, dan kelurahan yang bertugas menginput data sebelum diintegrasikan ke Kemensos, agar kesalahan pendataan tidak terus berulang.
Sumber: detik.com
Advertisement
