Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

Opini Kamis, 2 Juli 2026 16:50 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Penulis: Tedi Subarkah

GazanaPublika.com — Sebagai provinsi penyangga Ibukota, ternyata pemerintah pusat memberikan atensi khusus kepada Provinsi Jawa Barat dalam kaitan pengembangan hilirisasi perkebunan. Setidaknya jutaan benih tanaman perkebunan sudah disiapkan untuk mengakselerasi pengembangan perkebunan rakyat di Provinsi Jawa Barat.

Direktur Perbenihan Perkebunan menyebutkan bahwa untuk tahun 2026 ini saja kementerian pertanian telah menyiapkan benih kopi 6,4 juta batang untuk mendukung pengembangan perkebunan kopi rakyat seluas 6.400 ha. Untuk benih kakao sebanyak 1,7 juta batang untuk merevitalisasi perkebunan rakyat seluas 1.700 ha. Untuk benih kelapa telah tersedia 352 ribu batang untuk mendukung pengembangan seluas 3.200 ha, sementara tebu seluas 400 ha untuk mendukung program bongkar ratoon dan peremajaan seluas 1.600 ha. Artinya akan ada kebun masyarakat Jawa Barat seluas 12.900 ha yang diremajakan atau dikembangkan untuk untuk mendukung akselerasi maupun pengembangan industri perkebunan di Provinsi Jawa Barat.

“Sehingga melalui program ini dapat mendorong tumbuhnya clusterisasi pengembangan perkebunan dan industri pengolahan yang akan mengoptimalisasi pemanfaatan lahan, menciptakan lapangan pekerjaan serta meningkatkan perputaran ekonomi di Provinsi Jawa Barat”, jelas Ebi.

BACA JUGA:  Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Sementara itu Dedi, Sekretaris Perkumpulan Penangkar Perkebunan menyebutkan bahwa kegiatan hilirisasi perkebunan tersebut telah menumbuhkan pembibitan skala besar di sejumlah kabupaten seperti Bandung, Pangandaran, Tasikmalaya, Cianjur, Sukabumi, Indramayu, Pangandaran, dan kabupaten lainnya. Ia memperkirakan melalui aktivitas pembibitan ini ternyata penyerapan tenaga kerja tetap dan lepas sebanyak 1500 orang, serta menumbuhkan berbagai usaha pendukung seperti logistik, penyedia sarana pertanian, penyewaan alsin dan bisnis lainnya.

” Dengan adanya program ini sejumlah varietasnya juga unggul siap diintroduksi kepada masyarakat Jawa Barat. Ada kopi komasti, kopi gayo, kopi sigarautang. Utk kakao ada MCC 02, ICCRI 08H. utk kelapa ada kelapa genjah entok, kopyor dan kelapa dalam unggul. Sementara tebu tersedia varietas panjalu”, jelas Dedi.

Sementara Tedi Subarkah, tokoh komunitas Adat dan pemerhati lingkungan mengapresiasi program tersebut. Ia menyoroti pembagian benih kelapa, kopi dan kakao selain memiliki nilai ekonomi juga memiliki fungsi ekologis. Karena dapat meningkatkan daerah tutup di kawasan hutan untuk kopi dan kakao maupun di wilayah pinggir pantai untuk komoditas kelapa. Untuk tebu, ia menyoroti perannya untuk meningkatkan ekonomi di daerah pantura untuk meningkatkan kualitas Ekonomi dg Pemberdayaan masyarakat, sehingga mengurangi angka kemiskinan ekstrem.

BACA JUGA:  Penegakkan Aturan Tanpa Membaca Momentum, Itu Kecerobohan

“Apalagi selain mendapatkan bibit petani gratis, masyarakat juga mendapatkan bantuan pupuk dan HOK. Jelas ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, sebab budaya bertani adalah salah satu ciri masyarakat Gemah Ripah Loh Jinawi “, jelas Tedi.

Kaitan itu Tedi juga berterima kasih kepada Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebagai Gubernur Jawa Barat yang punya perhatian lebih kepada Lingkungan Hidup, Masyarakat Kecil, Adat dan Budaya. Serta menyarankan kepda segenap masyarakat Jabar untuk melakukan doa syukur dan ritual Adat memohon berkah Kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk kelancaran dan keberlanjutannya, serta turut berpartisipasi untuk mendukung dan mengawal kegiatan hilirisasi Agriculture ini, agar berujung pada kesejahteraan masyarakat.

Jangan sampai dukungan penuh dari Pemerintahan Presiden Prabowo, tidak terhubung dan terakumulasi pada penguatan ekonomi rakyat, penguatan konservasi lingkungan serta sendi-sendi kehidupan masyarakat Jawa Barat. Cag. Rahayu..

Penulis adalah alumnus Universitas Pajajaran-Bandung, aktifis ’98 dan pemerhati pertanian

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Opini

Andai Pengelolaan MBG Swakelola Kantin Sekolah, Bagaimana?

Opini

Diplomasi Sepak Bola Iran di Tengah Ketegangan Politik Iran–AS

Opini

Budiman Sudjatmiko dan Penanggulangan Kemiskinan (Refleksi Defisit Kesadaran)

Opini

MBG Effect: Dilema Kebijakan Politik-Ekonomi dan Solusi Transisi Berkeadilan

BERITA TERBARU

MUSTI XI IMC Hasilkan Sejumlah Keputusan Krusial! Ripa Zatnika Komitmen Jaga Marwah IMC

Ripa Zatnika Nahkodai IMC Gantikan Hendrik Arizki untuk Periode 2026-2027

Jejak Aliran Setoran Rp800 Juta dan Misteri Logam Platinum 55 Kg di Mobil Bupati Langkat

Dugaan Tindak Kekerasan yang Melibatkan Seorang Anggota Polisi Aktif Mencuat ke Publik

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

Andai Pengelolaan MBG Swakelola Kantin Sekolah, Bagaimana?

Diplomasi Sepak Bola Iran di Tengah Ketegangan Politik Iran–AS

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.