Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Penegakkan Aturan Tanpa Membaca Momentum, Itu Kecerobohan

Penegakkan Aturan Tanpa Membaca Momentum, Itu Kecerobohan

Opini Rabu, 8 April 2026 15:54 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

Penulis : Eko Supriatno

GazanaPublika.com, Malam itu (7/04/2026) ketika anak-anak muda Mathla’ul Anwar (MA) sedang bahu membahu memasang spanduk dan baliho persiapan Muktamar Akbar MA dari organisasi besar di tanah air, Satpol PP Kota Serang dengan dalih aturan mengamankan puluhan spanduk yang sudah dipasang secara sembrono.

Advertisement

Kendati malam itu juga sudah berdamai, namun ada yang menyisakan uneg-uneg yang mungkin perlu disimak dari sosok cerdas yang juga tokoh muda Mathla’ul Anwar, Eko Supriatno.

1. Sensitivitas Momentum Nol Besar: Penertiban atribut dilakukan tanpa membaca konteks—padahal menjelang muktamar besar yang dihadiri pejabat tinggi negara.
2. Kontradiksi Narasi Pemerintah: Di satu sisi mengundang dan menghormati ormas, di sisi lain simbolnya justru ditertibkan—ini menciptakan kesan ambivalen.
3. Minim Koordinasi Lintas Sektor: Satpol PP seharusnya tidak bekerja sendiri; ada panitia, pemda, hingga protokol negara yang mestinya disinergikan.
4. Reduksi Simbol, Reduksi Kehormatan: Atribut bukan hanya bendera atau baliho semata, tetapi representasi identitas dan penghormatan terhadap tamu dan agenda besar.
5. Pendekatan Administratif yang Kaku: Penegakan aturan tanpa kebijaksanaan justru merusak substansi acara yang bernilai strategis dan historis.
6. Potensi Delegitimasi Pemerintah Daerah: Tindakan ini bisa dibaca sebagai ketidaksiapan daerah dalam menyambut event nasional berskala besar.
7. Komunikasi Publik yang Gagal: Tanpa penjelasan yang utuh, publik menangkap ini sebagai tindakan represif, bukan penataan.

BACA JUGA:  Diplomasi Sepak Bola Iran di Tengah Ketegangan Politik Iran–AS

Menurut Kami, solusi konkretnya :

– Penertiban berbasis waktu (ditunda hingga acara selesai)
– Koordinasi dengan panitia resmi
– Penataan, bukan penghapusan
– Standarisasi atribut, bukan pelarangan total
– Prinsip yang Harus Dijaga
Ketertiban penting, tetapi penghormatan terhadap agenda, tamu negara, dan simbol organisasi jauh lebih menentukan legitimasi sosial.

Ketika aturan dijalankan tanpa rasa, yang lahir bukan ketertiban—melainkan kegaduhan yang sebenarnya bisa dihindari. (red)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Opini

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

Opini

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Opini

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Opini

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

BERITA TERBARU

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.