Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Bahasa Prokem Tahun 80-an, Dari Bahasa Kriminal ke Bahasa Anak Gaul

Bahasa Prokem Tahun 80-an, Dari Bahasa Kriminal ke Bahasa Anak Gaul

Ragam Senin, 21 Juli 2025 19:56 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sumber foto: dream.co.id

Advertisement

GazanaPublika.com – Bahasa prokem adalah ragam bahasa tidak baku yang tumbuh di Jakarta sejak awal 1970-an dan meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Bahasa ini dikenal sebagai simbol identitas anak muda Jakarta pada era 70-an hingga 80-an, dengan ciri khas berupa sisipan fonetik dan pola pembalikan kata. Ia mencerminkan kreativitas linguistik sekaligus dinamika sosial-budaya remaja urban Indonesia kala itu.

Asal Usul dan Latar Sejarah

Advertisement

️ Akar Kriminal (1950-an)
Bahasa prokem pertama kali muncul di lingkungan kriminal sebagai bahasa sandi, digunakan untuk menyamarkan pesan dan menghindari deteksi pihak luar, termasuk aparat keamanan.

Masuk ke Dunia Remaja (1970-an)
Popularitasnya mulai melejit ketika penulis Teguh Esha merilis novel Ali Topan Detektip Partikelir. Dalam novel tersebut, Teguh menyertakan daftar kosakata bahasa prokem, yang kemudian menjadi acuan para pembaca muda. Bahasa ini pun mulai digunakan luas di kalangan remaja perkotaan.

Puncak Popularitas (1980-an)
Pada era 80-an, bahasa prokem mencapai puncaknya. Ia digunakan dalam percakapan sehari-hari, musik, film, hingga media massa. Bahasa ini tidak lagi bersifat rahasia, melainkan menjadi gaya tutur anak gaul Jakarta.

Ciri Khas Bahasa Prokem

a. Sisipan -ok-
Ciri paling ikonik adalah penggunaan sisipan -ok- yang disisipkan setelah fonem pertama dari potongan kata awal.

Contoh:
• Bapak → bokap
• Preman → prokem

b. Pola Kata yang Dibalik

Beberapa kosakata dibentuk dengan membalik suku kata, menciptakan bentuk baru yang tetap mudah dikenali di antara sesama pengguna.

Contoh:
• Beres → rebes
• Besok → sebok

c. Pola-pola Alternatif
Selain pola baku, terdapat banyak bentuk variasi yang lahir dari kreativitas spontan:

BACA JUGA:  Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Contoh:
• Rumah → rokum
• Janda → joken
• Jawa → jokaw
• Mas → magas

Walau tidak mengikuti aturan sistematis, variasi-variasi ini tetap berakar pada semangat prokem: bermain dengan bahasa.

️ d. Campuran Bahasa Indonesia dan Dialek Betawi

Bahasa prokem kerap mencampurkan struktur kalimat dan fonologi dari bahasa Indonesia dengan dialek Betawi, menghasilkan gaya tutur yang lincah, ekspresif, dan khas remaja Jakarta.

Dari Bahasa Sandi ke Tren Sosial

Yang membuat bahasa prokem istimewa bukan hanya bentuk katanya, tetapi transformasinya:
➡️ dari alat komunikasi bawah tanah,
➡️ menjadi simbol pergaulan dan gaya hidup anak muda.

Pada era 1980-an, kemampuan menggunakan bahasa prokem mencerminkan status sosial. Remaja yang menggunakan prokem dianggap modern, gaul, dan ekspresif.

Namun, seiring perkembangan zaman, bahasa prokem mulai surut. Masuk dekade 1990-an, ia tergantikan oleh bentuk bahasa informal baru yang kini dikenal sebagai bahasa gaul.

Warisan yang Masih Hidup

Meski tidak lagi dominan, beberapa kata dari bahasa prokem masih bertahan hingga kini dan menjadi bagian dari bahasa sehari-hari masyarakat urban:

✅ Bokap → Ayah
✅ Nyokap → Ibu
✅ Ngacir → Kabur
✅ Ngebet → Sangat ingin

Bahasa prokem adalah lebih dari sekadar gaya berbahasa. Ia adalah pantulan zaman, cermin gaya hidup, dan identitas sosial remaja urban di masa lalu. Dari dunia kriminal hingga dunia gaul, bahasa ini telah memainkan perannya dalam sejarah perkembangan bahasa lisan Indonesia. Meski bentuknya berubah, roh kreatifnya tetap hidup dalam cara kita bermain-main dengan kata sampai hari ini.

Berikut adalah daftar kosakata bahasa prokem yang telah disusun menurut abjad:

BACA JUGA:  Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

️ Daftar Kosakata Bahasa Prokem (A–Z)

• Beken: Keren
• Beler: Mabuk
• Bete: Jenuh
• Boker: Buang air besar
• Bokin: Pacar
• Bokap: Bapak
• Bokis: Bisa / Bohong
• Bo’il: Mobil
• Berokap: Berapa
• Cabut: Pergi
• Caper: Cari perhatian
• Caw: Pergi
• Celoken: Celana
• Cembokur: Cemburu
• Cengin: Bully
• Cokin: Orang Cina
• Dimokam: Di mana
• Do’i: Dia
• Dokat: Duit
• Doku: Duit
• Gele: Ganja
• Gintur: Tidur
• Gokil: Gila
• Honger: Lapar
• Hopeng: Teman dekat
• Ja’im: Jaga image
• Jiper: Takut
• Joken: Janda
• Jokaw: Jawa
• Jokul: Jual
• Ke Sokin: Ke sini
• Kece: Cantik
• Kemek: Tidur
• Kemokam: Ke mana
• Kenokap: Kenapa
• Kokay: Kaya
• Kolekan: Patungan
• Kompas: Meminta paksa
• Kuper: Kurang pergaulan
• La’u: Kamu
• Lajong: Jalan-jalan
• Lango: Tentara
• Li’aw: Hilang
• Lokit: Lihat
• Madol: Bolos
• Magas-magas: Mas-mas
• Mokal: Malu
• Mokat: Mati
• Ngeceng: Jalan-jalan sambil menggoda lawan jenis
• Ngeper: Takut
• Nokip: Mabuk-mabukan
• Noskaw: Nonton
• Nyokap: Ibu
• Ogut: Saya
• Palak: Meminta paksa
• Pembokat: Pembantu
• Pentolan: Kepala geng
• Perek: WTS
• Plokis: Polisi
• Rebes: Beres
• Rokum: Rumah
• Sa’ik: Asyik
• Samuk: Masuk
• Sebok: Besok
• Sekul: Sekolah
• Selon: Nekat
• Sendokir: Sendiri
• Senga: Kelakuan menyebalkan
• Sepokat: Sepatu
• Siokap: Siapa
• Tengsin: Malu
• Yo’i: Iya

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Ragam

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Ragam

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Ragam

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Ragam

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

BERITA TERBARU

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.