Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ada Suara Aneh di Dalam Samudra Pasifik Bagian Selatan

Ada Suara Aneh di Dalam Samudra Pasifik Bagian Selatan

Ragam Senin, 18 Maret 2024 23:42 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Samudra Pasifik (sumber: id.quora.com)

Advertisement

GazanaPublika.com – Di samudera Pasifik selatan, terdapat sebuah lokasi yang dianggap sebagai tempat paling terpencil di Bumi, dikenal sebagai Point Nemo. Terletak sejauh 2.689 kilometer dari daratan terdekat, tempat ini memang jauh dari keramaian manusia.

Karena kejauhan tempatnya, ada anggapan bahwa kehidupan laut di sekitar Point Nemo sangat minim. Banyak yang berpendapat bahwa hanya sedikit ikan yang mendiami daerah tersebut. Namun, bukan hanya kehidupan laut yang membuat tempat ini menarik, Point Nemo juga telah menjadi kuburan bagi pesawat ruang angkasa tua.

Advertisement

Pada tahun 1997, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menemukan sesuatu yang sangat aneh di sana. Suara misterius dengan frekuensi sangat rendah terdeteksi oleh hidrofon yang ditempatkan di seberang Samudera Pasifik. Suara itu sangat kuat dan keras, bahkan dianggap sebagai suara paling keras yang pernah direkam di bawah air.

BACA JUGA:  Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Hingga saat ini, suara tersebut masih menjadi misteri. Dengan kekuatannya yang luar biasa, suara itu bahkan dapat ditangkap oleh hidrofon yang berjarak 4.800 kilometer. Beberapa ahli, termasuk Ahli Kelautan dari NOAA, Chris Fox, berspekulasi bahwa suara misterius itu mungkin berasal dari hewan laut seperti paus atau lumba-lumba.

Namun, ada juga spekulasi lain yang mengatakan bahwa suara tersebut mungkin berasal dari makhluk laut yang belum dikenal, seperti cumi-cumi raksasa atau monster laut. Namun, Fox juga menyebutkan bahwa suara tersebut mungkin berasal dari mencairnya es, yang selalu datang dari arah selatan, di lepas pantai Antartika.

NOAA sebelumnya telah mendeteksi suara serupa, yang digunakan untuk melacak gunung es A53a yang hancur. Para ahli percaya bahwa gunung es yang menyebabkan suara ‘Bloop’ kemungkinan berada di antara Selat Bransfield dan Laut Ross, atau mungkin di Cape Adare, yang merupakan sumber sinyal kriogenik.

BACA JUGA:  Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Gempa es ini memiliki amplitudo yang cukup besar sehingga dapat dideteksi oleh beberapa sensor dalam jarak lebih dari 5.000 kilometer. Fenomena ini menarik perhatian para ilmuwan karena keunikan dan misterinya.

Meskipun telah ada spekulasi dan teori tentang asal usul suara misterius ini, namun hingga kini belum ada kepastian yang dapat menjelaskan secara definitif. Beberapa teori lain juga mencuat, termasuk kemungkinan bahwa suara itu berasal dari aktivitas vulkanik di dasar laut yang belum teridentifikasi.

Penelitian dan pengamatan terus dilakukan untuk mengungkap misteri suara tersebut. Namun, keberadaannya yang sulit dijangkau dan kondisi ekstrem di sekitar Point Nemo menjadi tantangan tersendiri bagi para ilmuwan.

Dengan segala ketidakpastian dan keunikan fenomena ini, suara misterius dari Point Nemo tetap menjadi salah satu misteri alam yang menarik perhatian dan menantang pengetahuan manusia tentang dunia bawah laut. (Sumber: Kompas.com)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Ragam

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Ragam

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Ragam

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Ragam

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

BERITA TERBARU

Lada ‘Black Gold’, Artisnya Rempah-Rempah Zaman Kolonial

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.