Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak – Pondok Pesantren Terpadu Darul Islah yang berlokasi di Terminal Malingping, Kabupaten Lebak, menggelar acara Khataman Wada’ sebagai penutup rangkaian kegiatan belajar dan pengabdian santri. Tradisi ini menjadi momen penting yang menandai selesainya masa pendidikan di pesantren.
Dalam pelaksanaannya, acara Khataman Wada’ diisi dengan pembacaan Al-Qur’an 30 juz secara bersama-sama (khataman), doa bersama, serta sambutan dari pengurus dan tokoh-tokoh masyarakat. Suasana haru dan khidmat menyelimuti kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Islah, K. Irohyadi, M.Pd, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas kelulusan sembilan santri tahun ini, terdiri dari santriawan dan santriawati.
Advertisement
“Saya mengucapkan selamat kepada para santri yang telah menyelesaikan Al-Qur’an 30 juz. Semoga menjadi pribadi yang saleh dan salehah, berbakti kepada orang tua, agama, dan negara, serta selalu menjunjung tinggi nilai-nilai pesantren,” ujarnya pada di Malingping, Lebak, Provinsi Banten, Selasa (17/6/2025).
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya H. Sukanta, S.Pd., M.MPd, selaku Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lebak; Entis Sutisna, Kepala KUA Kecamatan Malingping; serta AKP Malik Abraham, Kapolsek Malingping.
Kehadiran tamu istimewa Ustaz Deban, juara 1 AKSI Indosiar 2025, turut menjadi magnet acara. Dalam kesempatan itu, Ustaz Deban yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Darul Islah, menyampaikan pesan inspiratif kepada para santri.
“Saling membantu, saling mengingatkan, dan saling mendoakan dalam kebaikan adalah kunci kebahagiaan dan keberkahan di pesantren,” tutur Ustaz Deban yang mengenang kembali masa-masa indahnya sebagai santri.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Lebak, H. Sukanta, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pesantren dalam membentuk karakter generasi muda di era digital.
“Pondok pesantren merupakan landasan fundamental dalam menguatkan karakter dan mental anak bangsa, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi,” tegasnya.
“Kami berharap Ponpes Darul Islah terus membina santri melalui ajaran Islam wasathiyah, agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, religius, terampil, dan mandiri.”
Sebagai penutup acara, digelar Pentas Seni Santri, serta penganugerahan santri terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi para santri. Doa penutup dipimpin oleh K. Toha Mustofa, tokoh agama dari Kecamatan Malingping.
Acara berlangsung dengan lancar dan penuh kekhidmatan, mencerminkan semangat kebersamaan antara pesantren, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam membentuk generasi bangsa yang berakhlak mulia. (Man’s)
Advertisement
Advertisement
