Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Semarak Gembrungan TTKKBI Kragilan Dimeriahkan Jaipongan dari Srikandi DPW I TTKKBI Banten

Semarak Gembrungan TTKKBI Kragilan Dimeriahkan Jaipongan dari Srikandi DPW I TTKKBI Banten

Banten Selasa, 8 Juli 2025 22:58 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Penampilan Tari Jaipongan Sirkandi DPW I Provinsi Banten

Advertisement

GazanaPublika.com, Serang – Suasana semarak penuh gelak tawa dan kekaguman mewarnai acara Gembrungan yang digelar oleh DPC Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Selasa (8/7/2025). Puncak perhatian tertuju saat tarian Jaipong dibawakan memukau oleh Srikandi DPW I TTKKBI, Tika Fransiska, Pista, Anne Putri.  Sebelumnya aksi mengejutkan dari Ketua Umum TTKKBI H. Tb. Arif Hidayat dan Ketua DPW I Banten H. Hudi Nurhudiyat yang turut naik ke panggung berjoget ceria bersama sinden pengiring.

Tak kalah menarik, Sekretaris Wilayah TTKKBI, Mukri Aetami, juga turut memeriahkan panggung dan berjoget Jaipong dengan semangat. Iringan musik tradisional membuat suasana kian meriah dan memperlihatkan sisi humanis serta keakraban para tokoh TTKKBI dengan anggotanya.

Advertisement

“Saya sangat suka melihat para pemimpin TTKKBI naik ke panggung dan ikut berjoget. Itu bukan sekadar hiburan, tapi bagian dari pelestarian budaya kita,” ujar Amin Kuncir, tokoh budaya sekaligus tuan rumah acara.

Meski sorotan utama tertuju pada Jaipongan, pencak silat tetap menjadi pertunjukan utama dalam acara ini. Beberapa padepokan dari wilayah Serang dan sekitarnya turut serta menampilkan jurus-jurus khas silat Tjimande yang menjadi jati diri TTKKBI.

BACA JUGA:  75 Peserta Ikuti TMT Gelombang VI, Hadirkan 5 Program Pengembangan Keterampilan

Menurut Amin Kuncir, acara ini memang bertujuan untuk mengikat silaturahmi antar pengurus, padepokan, dan masyarakat, tanpa menghilangkan ciri khas organisasi yang berakar kuat dalam seni bela diri tradisional.

“Tujuan kami sederhana: mempererat silaturahmi seluruh unsur TTKKBI. Dan saya sangat senang karena sejak kecil sudah cinta seni, terutama pencak silat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kesenian, baik itu bela diri maupun tari, adalah bagian dari budaya lokal yang harus dijaga dan dilestarikan, bahkan jika perlu mengorbankan materi.

“Saya tidak takut keluar uang untuk budaya. Selama itu untuk seni, saya ikhlas. Ini tanggung jawab moral kita sebagai orang yang lahir dan besar dari seni tradisional,” ungkapnya.

Aksi Mukri Aetami, Sekretaris Wilayah TTKKBI Provinsi Banten

Dihadiri Tokoh TTKKBI dan Masyarakat

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dalam struktur organisasi TTKKBI, termasuk Ketua DPW II Serang Timur Sapta Mulyana, perwakilan dari DPC Carenang, DPC Lebak Wangi, serta beberapa tokoh masyarakat dan pecinta seni budaya dari berbagai wilayah.
Para tamu disuguhi rangkaian acara yang harmonis antara atraksi seni dan pesan moral, menjadikan Gembrungan TTKKBI Kragilan tidak sekadar seremoni, melainkan wadah edukasi dan inspirasi kebudayaan.

BACA JUGA:  Rakernis Bidkum 2026, Kapolda Banten Dorong Reformasi Hukum Berbasis Keadilan Restoratif

“Saya sangat bangga melihat kekompakan DPC Kragilan ini. Semoga mereka bisa semakin eksis,” tutur Sapta, Ketua DPW II Serang Timur.

Budaya dan Kepemimpinan yang Membumi

Bagi Amin Kuncir, momen seperti ini juga memperlihatkan teladan nyata dari para pemimpin organisasi.

“Saya sangat bangga melihat Ketua Umum H. Tb. Arif Hidayat dan Ketua Wilayah H. Hudi Nurhudiyat yang begitu rendah hati. Mereka hadir langsung, berbaur, dan tidak segan tampil di atas panggung. Inilah pemimpin sejati,” tutupnya.

Dengan kolaborasi seni bela diri dan kesenian tradisional yang hidup, acara ini menjadi bukti bahwa TTKKBI bukan hanya organisasi pelestari budaya, tetapi juga motor penggerak keharmonisan dan persatuan dari akar rumput hingga tingkat provinsi.

Advertisement

Budaya Pencak Silat tjimande tari kolot karuhun banten indonesia TTKKBI
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Banten

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Banten

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Banten

Pemancing Asal Jepara Hilang Terseret Ombak di Perairan Merak

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.