Advertisement
GazanaPublika.com, Serang — Pemerintah Kabupaten Serang menegaskan langkah besar untuk membawa Golok Ciomas menuju pengakuan dunia melalui daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Komitmen ini disampaikan secara terbuka dalam Festival Golok Ciomas 2025 di Kecamatan Ciomas, sebuah momentum yang sekaligus menandai kebangkitan kembali simbol perjuangan historis masyarakat Banten.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, menyatakan bahwa pengajuan Golok Ciomas tidak hanya bertujuan melindungi benda pusaka, tetapi juga meneguhkan identitas budaya Banten di panggung internasional.
Advertisement
“Golok Ciomas bukan hanya alat, tetapi spirit perjuangan yang diwariskan dari leluhur. Sudah saatnya kita perjuangkan agar diakui UNESCO,” kata Najib.
Camat Ciomas, Ugun Gurmilang, dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa Golok Ciomas berkaitan erat dengan jejak perjuangan Sultan Maulana Hasanudin, Raja pertama Kesultanan Banten.
“Golok Ciomas menjadi salah satu senjata yang mendampingi perjuangan Sultan Hasanudin. Ini bukan sekadar benda, tetapi simbol sejarah,” ujarnya.
Upaya pengajuan ke UNESCO dianggap strategis untuk memperkuat posisi Golok Ciomas sebagai ikon budaya nasional. Bila berhasil, Banten akan bergabung dengan sejumlah daerah lain di dunia yang berhasil menginternasionalisasi warisan lokalnya.
Sejalan Dengan Tren Global Pelestarian Budaya
Langkah Pemkab Serang ini selaras dengan tren global yang banyak disoroti oleh media internasional.
BBC Culture sebelumnya menulis bahwa upaya pelestarian tradisi lokal di abad modern semakin penting karena “banyak artefak tradisional dunia terdesak oleh modernisasi cepat” (BBC Culture Report on Endangered Traditions, 2024).
The Guardian juga menyoroti meningkatnya minat negara-negara Asia dalam mendaftarkan tradisi lokal ke UNESCO sebagai strategi cultural diplomacy untuk memperkuat identitas nasional (The Guardian, 2023).
Sementara itu, UNESCO dalam rilisnya menegaskan bahwa pelestarian benda budaya tradisional menjadi instrumen penting menjaga keberagaman global di tengah homogenisasi budaya.
Dengan demikian, upaya Pemkab Serang mendorong Golok Ciomas ke UNESCO bukan hanya isu lokal, tetapi bagian dari gelombang internasional mempertahankan warisan di tengah arus globalisasi.
Najib Hamas juga menekankan pentingnya partisipasi generasi muda dalam menjaga kelangsungan budaya Banten. Menurutnya, keberhasilan pengajuan UNESCO hanya mungkin tercapai jika masyarakat terlibat aktif.
“Generasi penerus harus memahami bahwa kita memiliki aset budaya luar biasa. Edukasi dan kebanggaan itu harus diturunkan,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga memantapkan rencana menjadikan Festival Golok Ciomas sebagai agenda tahunan berskala nasional untuk menarik perhatian publik dan memperkuat posisi Golok Ciomas dalam nominasi UNESCO.
Dengan dukungan masyarakat, akademisi, serta pemerintah daerah, upaya penobatan Golok Ciomas sebagai warisan budaya dunia diharapkan dapat membuka jalan bagi artefak dan tradisi Banten lainnya untuk mendapat pengakuan serupa.
Advertisement
