Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak — Kiai Toha Mustopa kembali terpilih sebagai Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kecamatan Malingping untuk masa khidmat 2025–2028. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) IV yang digelar di Aula Pendopo Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Senin (15/12/2025).
Perwakilan Presidium FSPP Kabupaten Lebak, Kiai Oman Syahroni, dalam sambutannya menegaskan bahwa FSPP harus memiliki arah dan sasaran yang jelas, yakni memberikan kemaslahatan bagi umat agar selamat dunia dan akhirat. Ia menekankan pentingnya memperbanyak syiar agama serta mengingatkan agar FSPP tidak dijadikan wadah kepentingan pribadi atau golongan.
Advertisement
Selain itu, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan Muscam harus berjalan sesuai Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) FSPP, yang mengatur musyawarah dilaksanakan setiap tiga tahun sekali.
“Jelasnya, wadah FSPP kita jadikan untuk mempersatukan masyarakat di daerah masing-masing. Ketika berbicara sasaran, mari sama-sama menggaungkan pengajian dan jihad di jalan agama Allah, intinya agar dapat mendekatkan diri kepada Allah. Harus sesuai dengan motto Kabupaten Lebak, yakni Lebak Bertauhid. Kita orang Lebak harus bertauhid kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FSPP Malingping terpilih, Kiai Toha Mustopa, menyampaikan harapannya agar FSPP, khususnya di Kecamatan Malingping, mendapat perhatian lebih. Ia menyoroti masih banyak pondok pesantren salafi yang belum tersentuh program pemerintah, termasuk perizinan operasional.
“Masih banyak pesantren yang belum memiliki izin operasional. Saat ini baru sekitar 108 pesantren yang terdata di Kementerian Agama. Ke depan, masih banyak program FSPP Malingping yang belum terealisasi dan kami berharap FSPP kabupaten dapat mendorong program-program tersebut,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan pesantren dalam menghadapi sistem digital, terutama dalam pengisian data pesantren melalui akun EMIS dan sistem lainnya yang membutuhkan data santri secara akurat.
Ketua Pelaksana Muscam, Hambali, menjelaskan bahwa seluruh tahapan kegiatan telah ditempuh sesuai prosedur, mulai dari surat-menyurat hingga penyampaian undangan kepada para pimpinan pesantren, baik melalui grup maupun pesan pribadi.
“Kendala yang kami hadapi adalah faktor cuaca sehingga sebagian undangan tidak dapat hadir. Namun, alhamdulillah, mereka yang tidak hadir tetap menerima keputusan musyawarah. Acara berjalan lancar dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur AD/ART. Kami berharap pihak kabupaten dapat memaklumi kondisi tersebut,” tutupnya.
Muscam IV FSPP Malingping ini dihadiri unsur Forkopimcam Kecamatan Malingping, perwakilan camat, Kepala KUA, Kapolsek, perwakilan NU, MUI, MA, serta para pimpinan pondok pesantren se-Kecamatan Malingping.
Advertisement
