Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » KNPI Pandeglang Soroti Dugaan Manajemen Buruk dan Pengabaian SLHS dalam Program MBG

KNPI Pandeglang Soroti Dugaan Manajemen Buruk dan Pengabaian SLHS dalam Program MBG

Banten Selasa, 16 Desember 2025 0:29 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Pandeglang — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Pandeglang melayangkan kritik keras terhadap pelaksanaan program MBG. Kritik tersebut menyoroti sejumlah persoalan serius, mulai dari buruknya manajemen internal, penyimpangan dalam penentuan tempat (3T), dugaan kepentingan pribadi dalam pengelolaan, hingga pengabaian kewajiban Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di sejumlah lokasi operasional.

Ketua DPD KNPI Pandeglang, Saepudin, M.Pd, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan serta temuan lapangan, masih banyak lokasi yang digunakan tanpa mengantongi SLHS. Padahal, sertifikat tersebut merupakan syarat mutlak sebelum suatu tempat dinyatakan layak beroperasi.

Advertisement

“Penggunaan lokasi tanpa SLHS bukan sekadar kelalaian administratif, tetapi pelanggaran terhadap standar kesehatan dan keselamatan yang berpotensi membahayakan pelaksana maupun penerima manfaat,” ujar Saepudin dalam keterangannya di Kantor Sekretariat KNPI, Gedung OKP, Pandeglang, pada Minggu (15/12/2025)

BACA JUGA:  Distan Lebak Tanggapi Sorotan DPRD Lebak Soal Program Pengadaan PHC

KNPI Pandeglang menilai penentuan tempat oleh Satgas MBG tidak sepenuhnya berpedoman pada petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Aspek kelayakan, fungsi, serta standar kesehatan lingkungan dinilai kerap diabaikan. Lemahnya pengawasan manajemen juga terlihat dari masih digunakannya lokasi yang belum memenuhi persyaratan dasar tersebut.

Menurut KNPI, kondisi ini menimbulkan dugaan adanya pemaksaan operasional, bahkan mengarah pada indikasi pengelolaan yang menguntungkan pihak atau individu tertentu. Dugaan tersebut menguat lantaran lokasi yang tidak memenuhi syarat tetap dipertahankan tanpa penjelasan yang transparan.

“Ketiadaan keterbukaan dalam proses pemilihan tempat dan pengelolaan fasilitas membuka ruang konflik kepentingan serta penyimpangan tata kelola,” tegas Saepudin.

Atas kondisi tersebut, KNPI Pandeglang mendesak BGN untuk segera mengambil langkah tegas. Di antaranya dengan menghentikan penggunaan seluruh lokasi yang belum memiliki SLHS, melakukan audit menyeluruh dan independen terhadap seluruh lokasi dan manajemen pengelolaan, serta membuka data kepemilikan SLHS secara transparan, termasuk status dan tanggal penerbitannya.

BACA JUGA:  Kapolres Lebak Pimpin Upacara Sertijab Kasat Reskrim, Kasi Humas, dan Kapolsek Jajaran

Selain itu, KNPI juga meminta adanya penindakan tegas terhadap setiap dugaan konflik kepentingan serta penyesuaian penuh pelaksanaan program sesuai juknis yang berlaku.

“Ketidakpatuhan terhadap juknis dan SLHS tidak hanya mencederai kredibilitas program, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan dan keselamatan,” kata Saepudin.

KNPI Pandeglang menegaskan akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut dan tidak menutup kemungkinan membawa masalah ini ke tingkat pengawasan yang lebih tinggi apabila tidak ada perbaikan nyata dari pihak terkait.

Advertisement

Indonesia Kesehatan Konflik
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Banten

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Banten

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Banten

Pemancing Asal Jepara Hilang Terseret Ombak di Perairan Merak

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.