Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Dari Lahan Tidur ke Ladang Jagung, UNMA Banten Gerakkan 3 Hektare untuk Ketahanan Pangan

Dari Lahan Tidur ke Ladang Jagung, UNMA Banten Gerakkan 3 Hektare untuk Ketahanan Pangan

Banten Kamis, 29 Januari 2026 21:06 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Pandeglang — Di sudut kampus Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten, hamparan tanah yang lama terbiar kini mulai berubah warna. Barisan benih jagung ditanam rapi di lahan seluas tiga hektare, menandai langkah kampus ini dalam menyambungkan dunia pendidikan dengan isu yang lebih luas: ketahanan pangan.

Program penanaman jagung tersebut lahir dari kolaborasi UNMA dengan Dinas Pertanian Provinsi. Tujuannya sederhana namun berdampak besar, menghidupkan kembali lahan non-produktif agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar sekaligus mendukung agenda pangan nasional.

Advertisement

Rektor UNMA, Prof. Dr. Andriansyah, M.Si, menyebut kegiatan ini sebagai wujud peran kampus yang tak berhenti di ruang kelas.

“Kegiatan ini adalah salah satu kontribusi nyata UNMA dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kami percaya bahwa dengan sinergi yang baik antara kampus, pemerintah, dan masyarakat, kita dapat memperkuat ketahanan pangan di daerah dan nasional,” ujarnya.

BACA JUGA:  Tim Hukum TTKKBI akan Layangkan Somasi Terkait Korban Kecelakaan Pemotor di Depan SPBU Toyomerto

Tak hanya civitas akademika, warga sekitar turut terlibat dalam proses penanaman. Dinas Pertanian Provinsi hadir memberikan pendampingan teknis, mulai dari pola tanam hingga pendekatan pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan. Lahan yang sebelumnya ‘tidur’ kini diharapkan menjadi sumber panen sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini bukan sekadar kerja lapangan. Banyak di antara mereka mengaku merasakan pengalaman langsung tentang bagaimana konsep pertanian berkelanjutan diterapkan di dunia nyata, dari pengolahan tanah hingga penanaman.

Prof. Andriansyah menegaskan, peran perguruan tinggi tak hanya mencetak lulusan, tetapi juga ikut membangun ekosistem sosial di sekitarnya.

BACA JUGA:  IMC Cabang Malingping Perkuat Kultur Daerah melalui Gelar Boedaja

“UNMA sebagai lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga harus terlibat langsung dalam pengembangan masyarakat dan negara. Program ini juga memperkuat komitmen UNMA dalam menciptakan lingkungan yang peduli dengan isu-isu sosial, khususnya yang berhubungan dengan ketahanan pangan,” katanya.

Ke depan, kampus ini berencana memperluas pemanfaatan lahan dengan menanam komoditas lain. Langkah tersebut diharapkan memberi manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekonomi warga maupun penguatan sektor pertanian berbasis riset dan pendidikan tinggi.

Bagi UNMA, barisan jagung di atas lahan tiga hektare itu bukan sekadar tanaman. Ia menjadi simbol kolaborasi—antara kampus, pemerintah, dan masyarakat—yang diyakini mampu menumbuhkan ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan bersama.

Advertisement

Mahasiswa Pendidikan UNMA
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Banten

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Banten

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Banten

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

Banten

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

BERITA TERBARU

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.