Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Tim Hukum TTKKBI akan Layangkan Somasi Terkait Korban Kecelakaan Pemotor di Depan SPBU Toyomerto

Tim Hukum TTKKBI akan Layangkan Somasi Terkait Korban Kecelakaan Pemotor di Depan SPBU Toyomerto

Banten Selasa, 11 Agustus 2026 17:18 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Serang — Duka menyelimuti keluarga besar Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI). Budayawan sekaligus Kasepuhan TTKKBI, Tubagus Romli Siaf, mengembuskan napas terakhir di RSUD dr. Drajat Prawiranegara pada Minggu sore (11/8/2026), usai bertahan dari luka berat akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya pada Jumat dini hari (7/8/2026) pukul 03.51 WIB di Jalan Raya Serang-Cilegon, Kramatwatu.

Wafatnya almarhum memicu langkah tegas dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) TTKKBI. Tim Hukum LBH TTKKBI, Trio Alberto, S.H., M.H., menyatakan bakal melayangkan somasi resmi kepada pihak manajemen SPBU Toyomerto serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang. Pihaknya menilai adanya unsur kelalaian tata kelola area dan minimnya fasilitas penerangan jalan yang menjadi pemicu utama terjadinya insiden tersebut.

Advertisement

“Hal itu harus dipertanyakan. Seandainya lingkungan SPBU dikelola secara normal, kecelakaan ini kemungkinan besar tidak terjadi. Almarhum Bapak Romli menabrak truk karena ada unsur kelalaian. SOP di SPBU tidak ada, dan kondisi kedua sisi jalan di sekitar lokasi terbilang gelap karena minim lampu penerangan jalan umum,” tegas Trio.

Trio juga menyoroti kejelasan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin) milik SPBU. Selain itu, meski sempat ada ikrar damai antara keluarga dengan pemilik truk yang ditahan di Polresta Serang Kota, pihaknya menegaskan kesepakatan tersebut harus dikaji ulang.

BACA JUGA:  Ratusan Massa Geruduk Kantor DPRD Lebak, Desak Copot Ketua Dewan dan Usut Penganiayaan Aktivis

“Pertama, kompensasi yang diberikan belum pantas. Kedua, perdamaian itu dilakukan sebelum almarhum Bapak Romli meninggal dunia, sehingga seluruh poin kesepakatan harus dikoreksi ulang,” tambah Trio.

Oleh karenanya Trio sebagai Tim Hukum TTKKBI akan mensomasi pihak-pihak terkait, atas kelalaiannya.

Sorotan terhadap tidak adanya prosedur keselamatan diakui langsung oleh pihak pengelola. Manager SPBU Toyomerto, Asep Beni, membenarkan bahwa manajemen belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus untuk menangani antrean kendaraan yang mengeluar hingga ke bahu jalan luar akibat kelangkaan solar.

“Kalau untuk SOP khusus itu belum ada, tetapi kalau mengatur mobil masuk ke area dalam sifatnya kondisional saja, jika kendaraan sedang padat berantri. Di sini ada tiga pengawas yang turun ke lapangan, kadang OB juga saya perintahkan kalau sedang ramai. Bahkan di SPBU lain pun belum tentu ada,” kata Asep saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (11/8/2026).

Minimnya pengawasan saat kejadian juga diakui Pengawas Malam SPBU Toyomerto, Nana. Ia mengaku baru menyadari adanya kecelakaan fatal di depan tempat kerjanya setelah tim penyelamat berada di lokasi.

BACA JUGA:  Bupati Serang Ratu Zakiyah Lepas 20 Peserta Pendidikan Kaligrafi ke Lemka Sukabum

“Pada saat saya keluar, korban sudah dievakuasi. Jadi saya tidak mengetahui persis kejadiannya,” ujar Nana, seorang Pengawas SPBU malam pada saat kejadian.

Proses evakuasi korban sendiri sebelumnya dilakukan oleh tim dari Basarnas. Petugas Basarnas yang turun ke lokasi, Ivan Ardyanto, menjelaskan bahwa fokus utama petugas saat itu adalah menyelamatkan nyawa korban yang ditemukan dalam kondisi masih bernapas.

“Untuk kronologi kami tidak tahu, sebab kami mendapatkan laporan dari masyarakat. Tugas kami saat itu mengevakuasi dan membawa korban yang masih dalam keadaan hidup ke RSUD dr. Drajat Prawiranegara,” kata Ivan.

Menurut Eli Jaro, pemerhati Transportasi dan Lalu Lintas mengungkapkan bahwa pihak BPTD (Balai Pengelola Trabsportasi Darat) dalam kategori jalan lintas nasional ikut bertanggung jawab atas kelalaian tersebut, sebab menurut kesaksiannya sebelum dan sesudah SPBU Toyomerto, keadaan jalan gelap di malam hari karena kurangnya penerangan..

“Aspek seperti ini jangan disepelekan karena resikonya nyawa. Saya mendengar dari warga setempat dalam satu malam ada dua kejadian keçelakaan di tempat tersebut. Jadi pemeringah harus tanggung jawab,” ujarnya.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Banten

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

Banten

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Banten

Penggali Sumur di Malingping Meninggal, Tertimbun 7 Jam

BERITA TERBARU

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version