Advertisement
GazanaPublika.com, Cilegon — Kejuaraan Pencak Silat Seni TTKKBI Cilegon Open Fest Tingkat Nasional 2026 berlangsung meriah di Alun-Alun Kota Cilegon, Banten, Sabtu (29/8/2026). Mengusung tema “Budaya Lestari di Bumi Pertiwi”, kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 padepokan dan perguruan silat dari Banten maupun luar daerah dengan hampir 100 penampilan.
Festival yang digelar dalam rangka memeriahkan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia itu tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus melestarikan seni budaya pencak silat sebagai warisan leluhur.
Advertisement
Ketua DPW II TTKKBI Kota Cilegon, H. Hundusin Adistara, selaku penanggung jawab kegiatan, menyatakan rasa puas dan bangganya atas terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari dukungan berbagai unsur, terutama keluarga besar TTKKBI.
“Wah, luar biasa! Puas banget saya, puas banget… karena didukung dari semua unsur, khususnya keluarga besar TTKKBI,” ungkap Hundusin.
Menurutnya, kegiatan tersebut perlu terus dilaksanakan dan dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak peserta maupun perguruan. Selain menjaga eksistensi seni budaya pencak silat, festival dinilai penting sebagai sarana pembinaan untuk melahirkan pesilat muda yang mampu berprestasi.
“Ini kegiatan yang memang harus diteruskan dengan peserta maupun perguruan-perguruan yang lebih banyak lagi, sehingga bibit-bibit pencak silat ini dapat diteruskan ke tingkat selanjutnya. Tidak hanya seni dan budaya, tetapi juga prestasi yang harus memang kita dorong, terutama untuk anak-anak silatnya,” tambahnya.
Kepala Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Rohaendi, mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut. Namun, ia mengingatkan agar setiap perlombaan dilaksanakan secara tertata dan profesional sehingga tidak menimbulkan persoalan dalam proses maupun hasil pertandingan.
“Perlombaan harus tertata, semuanya. Kalau ada yang protes berarti ada yang tidak beres,” ujar Rohaendi.
Ia menilai kegiatan kebudayaan yang dilakukan TTKKBI memiliki arti penting karena budaya tidak sebatas kesenian, tetapi mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Budaya bukan kesenian saja, bahkan melingkupi kehidupan kita semua. Dan TTKKBI saya meyakini menjunjung tinggi budaya yang luhur dari warisan budaya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum TTKKBI, H. TB Arif Hidayat, menegaskan bahwa Cilegon Open Fest tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi dalam kompetisi. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sekaligus mengangkat keberadaan seni budaya pencak silat.
“Tidak hanya satu aliran, tetapi ada Bandrong, Terumbu, dan lainnya. Kami ingin seluruh seni budaya pencak silat, khususnya di Banten, dapat terus berkembang dan terangkat,” ujar H. TB Arif Hidayat.
Ketua DPW I TTKKBI Provinsi Banten, H. Hudi Nurhudiyat, menekankan pentingnya peran para pesilat dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya. Ia menggambarkan generasi pesilat sebagai satria yang memiliki peran dalam menjaga benteng kebudayaan.
“Budaya adalah gerbang sebuah bangsa, salah satunya ksatria-ksatria TTKKBI,” kata Hudi dalam sambutannya.
Ketua Panitia Ade Mulyana menjelaskan, Cilegon Open Fest 2026 diikuti sekitar 30 padepokan dan perguruan silat dari wilayah Banten serta sejumlah daerah di luar Banten. Dari seluruh peserta tersebut, tercatat hampir 100 penampilan yang terdiri atas kategori perorangan putra-putri dan berkelompok.
Panitia juga memberikan sertifikat prestasi kepada para peserta. Sertifikat tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pesilat, termasuk sebagai salah satu pendukung dalam jalur pendidikan ke jenjang sekolah maupun perguruan tinggi.
Dari aspek penjurian, Dewan Juri Festival Nasional Meddi Subandi mengatakan penilaian dilakukan berdasarkan standar operasional PB IPSI. Empat unsur utama menjadi dasar penilaian, yakni orisinalitas, kemantapan gerak, kekayaan gerak, dan penampilan.
Juri lainnya, Wiwin, mengapresiasi kualitas para pesilat yang tampil dalam festival. Menurutnya, kemampuan yang ditunjukkan peserta memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional melalui pembinaan secara berjenjang.
Dukungan terhadap pembinaan dan pengembangan TTKKBI juga disampaikan Ketua DPC TTKKBI Pulomerak, Sutari. Ia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan TTKKBI, baik di tingkat Kecamatan Pulomerak maupun Kota Cilegon.
Hasil Kejuaraan
Dalam kategori Internal Cilegon, posisi Terbaik 1 Perorangan Putra diraih Iqro Azhar Kaswita dari Sinar Pusaka Putra Gunung Sugih Center A dengan nilai 252. Terbaik 2 diraih Muhammad Arizki dari Bandrong Banteng Malang dengan nilai 248, sedangkan Terbaik 3 diraih Abu Dzar Al-Ghifari dari Sinar Pusaka Putra Gunung Sugih Center C dengan nilai 246.
Untuk Perorangan Putri, Terbaik 1 diraih Akila Fitria dari Sinar Pusaka Putra Gunung Sugih Center A dengan nilai 263. Terbaik 2 diraih Amanda Valeryn dari Sinar Pusaka Putra Gunung Sugih Center C dengan nilai 261, dan Terbaik 3 Zahwa Zafarani Latisha dari Pusaka Sakti Muda Terate dengan nilai 259.
Kategori Berkelompok Internal menempatkan Sinar Pusaka Putra GSC A sebagai Terbaik 1 dengan nilai 256, disusul Sinar Jaya Bandrong A dengan nilai 248 dan Cahaya Sejati A dengan nilai 247. Juara Umum Internal diraih Sinar Pusaka Putra GSC.
Sementara pada kategori Open/Umum, Pool A Putra menempatkan Fauzio Syabani dari Sinar Pusaka Putra A sebagai Terbaik 1 dengan nilai 261. Terbaik 2 diraih Rohmat Trijaya dari Panglipur Rajawali Emas dengan nilai 259, dan Terbaik 3 Adhwa Hasbi Al Afta dari Darma Tapak Aji dengan nilai 257.
Pool B Putra menempatkan Rayhan Aryandra Sucahyo dari Beksi Kembang Dadap sebagai Terbaik 1 dengan nilai 250 (75), disusul Fauzan dari Sinar Pusaka Putra GSC dengan nilai 250 (74) dan Muhammad Alvian dari ISMD Tangsel dengan nilai 249.
Pada Pool A Putri, Terbaik 1 diraih Raisa Shakira dari ISMD Tangsel dengan nilai 264, Terbaik 2 Rostian Nuraeni dari Panglipur Rajawali Emas dengan nilai 261, dan Terbaik 3 Tiara Puspita dari Sinar Pusaka Putra dengan nilai 260.
Sedangkan Pool B Putri menempatkan Silvi Aryani dari Panglipur Rajawali Emas sebagai Terbaik 1 dengan nilai 255, Astila Rusmaher Inassavio dari Sinar Pusaka Putra GSC sebagai Terbaik 2 dengan nilai 253, dan Diana Nopitasari dari Darma Tapak Aji sebagai Terbaik 3 dengan nilai 250.
Untuk kategori Berkelompok Open/Umum, Panglipur Rajawali Emas menjadi Terbaik 1 dengan nilai 262. Sinar Pusaka Putra GSC berada di posisi Terbaik 2 dengan nilai 255, sedangkan Darma Tapak Aji menjadi Terbaik 3 dengan nilai 255.
Adapun perolehan Juara Umum Open/Umum menempatkan Panglipur Rajawali Emas sebagai Juara Umum I, Sinar Pusaka Putra GSC sebagai Juara Umum II, dan ISMD Tangerang Selatan sebagai Juara Umum III.
Keberhasilan Cilegon Open Fest 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pembinaan pencak silat sekaligus memperkuat posisi seni pencak silat sebagai bagian penting dari warisan budaya yang terus hidup dan berkembang di tengah generasi muda.
Advertisement
Advertisement
