Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Kekeringan Melanda Sawah, Petani Cikeusik Kritik Keras Kinerja UPTD DAS Ciliman-Cisawarna

Kekeringan Melanda Sawah, Petani Cikeusik Kritik Keras Kinerja UPTD DAS Ciliman-Cisawarna

Banten Senin, 7 September 2026 16:20 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak – Puluhan petani di Desa Cikeusik, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, mendesak UPTD Pengelolaan DAS Ciliman-Cisawarna segera bertindak tegas mengatasi persoalan kekeringan yang mengancam sekitar 10 hektare sawah milik warga. Para petani menilai persoalan tersebut bukan semata-mata akibat musim kemarau, tetapi juga dipicu buruknya pengelolaan dan distribusi air irigasi.

Jika tidak segera ditangani, kekeringan tersebut berpotensi menyebabkan petani mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat ancaman gagal panen.

Advertisement

Salah seorang petani, Adang Abdi, mengatakan kondisi persawahan di Desa Cikeusik telah mengalami kekeringan dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, persoalan tersebut tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada faktor cuaca.

“Kekeringan ini bukan hanya karena kemarau panjang, tetapi juga karena saluran irigasi yang mengaliri persawahan di Desa Cikeusik tidak berfungsi optimal,” ujar Adang kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

BACA JUGA:  Hari Pramuka ke-65, Kapolda Banten Tekankan Pentingnya Karakter dan Kemandirian Generasi Muda

Adang menilai persoalan distribusi air telah berlangsung cukup lama. Ia bahkan menyoroti kinerja petugas di pintu air yang dinilai belum menjalankan tugas secara maksimal sehingga pembagian air ke persawahan tidak merata.

“Selama ini petugas di pintu air tidak bekerja maksimal. Akibatnya pembagian air tidak merata. Kami meminta petugas bisa bekerja lebih optimal agar air bisa dibagi secara adil,” katanya.

Ia menegaskan keberadaan jaringan irigasi seharusnya menjadi bagian dari upaya pemerintah menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama ketika musim kemarau.

“Adanya irigasi itu untuk menjamin sawah tidak kekeringan saat kemarau. Jadi tidak bisa semua disalahkan ke cuaca,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, Adang mendesak pimpinan UPTD Pengelolaan DAS Ciliman-Cisawarna segera mengambil langkah konkret dan mengevaluasi kinerja jajarannya. Ia juga meminta agar pegawai yang dinilai lalai dalam menjalankan tugas diberikan tindakan tegas.

BACA JUGA:  Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Menurut Adang, pemerintah tidak boleh membiarkan persoalan distribusi air berlarut-larut karena menyangkut keberlangsungan produksi pertanian dan penghidupan para petani.

“Kalau memang ada petugas yang lalai, harus ditindak. Jangan sampai petani yang menanggung kerugian akibat buruknya pengelolaan air,” ujarnya.

Para petani juga mengancam akan menggelar aksi demonstrasi apabila tidak segera mendapatkan solusi dari pemerintah.

“Kami akan menuntut Kepala UPTD Pengelolaan DAS Ciliman-Cisawarna diganti karena dianggap tidak becus bekerja,” pungkas Adang.

Hingga berita ini ditulis, pihak UPTD Pengelolaan DAS Ciliman-Cisawarna belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait keluhan dan tuntutan para petani tersebut. (Red)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

AMBAS Tolak Rencana Jokowi ke Banten Selatan

Banten

Polda Banten dan Basarnas Lakukan Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Banten

MWCNU Malingping Terima Tanah Wakaf untuk Pembangunan Sekretariat dan Kepentingan NU

Banten

Kasus Aduan Warga, Unit Reskrim Polsek Cisoka Datangi Pemuda Jayanti

BERITA TERBARU

AMBAS Tolak Rencana Jokowi ke Banten Selatan

Kejari Kabupaten Bandung Nyatakan Berkas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Taufik Hidayat Lengkap

Polda Banten dan Basarnas Lakukan Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

23 Siswa MAN 2 Rembang Terserang Diare Massal, Penyebab Masih Diselidiki

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.