Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Empat Warga Badui Dirujuk ke RSUD Banten, Satu Meninggal Dunia Akibat Sesak Napas

Empat Warga Badui Dirujuk ke RSUD Banten, Satu Meninggal Dunia Akibat Sesak Napas

Banten Jumat, 13 Desember 2024 15:58 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto ilustrasi (govinsider.asia)

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak – Sahabat Relawan Indonesia (SRI) melaporkan telah merujuk empat warga Badui ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten karena kondisi kesehatan yang melemah. Dari empat pasien tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat sesak napas.

“Pasien warga Badui yang meninggal dunia itu akibat sesak pernapasan,” kata Koordinator SRI Muhammad Arif saat dihubungi di Rangkasbitung, Kamis (13/12/2023).

Advertisement

Selama sepekan terakhir, SRI telah menangani empat pasien dari komunitas Badui. Dua di antaranya positif menderita Tuberkulosis (TBC), sedangkan dua lainnya mengalami gangguan saraf. Salah satu pasien, Asmari (65) dari Cihulu, Desa Kanekes, meninggal dunia setelah mengalami komplikasi TBC meskipun telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Banten.

BACA JUGA:  DPP PM2B Akan Laporkan Isu Gudang Stempel di DPRKP Banten ke Inspektorat Provinsi Banten

“Kondisi Asmari sudah parah saat dirujuk, sehingga petugas medis harus memberikan bantuan alat pernapasan. Namun, nyawanya tidak tertolong,” jelas Arif.

Pasien lainnya, Casiah (50), warga Batu Beulah, Desa Kanekes, masih menjalani pengobatan untuk TBC di RSUD Banten. Arif mengatakan kemungkinan Casiah dapat segera dipulangkan ke Badui hari ini, tetapi pengobatan TBC harus dilanjutkan secara rutin dengan pengawasan petugas medis dari puskesmas pendamping.

Selain itu, dua pasien dengan gangguan saraf, salah satunya Misnah (22) dari Batu Beulah, juga masih dalam perawatan medis. “Kami berharap ketiga pasien warga Badui ini segera pulih setelah menjalani pengobatan,” tambah Arif.

BACA JUGA:  Komisi II DPRD Lebak Pertanyakan Bantuan Program PHC Rp 4,9 Miliar ke Distan Lebak

Penyakit Menonjol di Komunitas Badui

Muhammad Arif menjelaskan bahwa penyakit yang sering ditemukan di komunitas Badui meliputi TBC, komplikasi persalinan ibu dan bayi, gigitan ular berbisa, serta penyakit kulit.

Untuk membantu mengatasi tantangan kesehatan ini, SRI kerap mengadakan bakti sosial dengan melibatkan dokter dari Pertamina, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Serang, dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Bandung. Bakti sosial tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan langsung di wilayah pedalaman tanah adat Badui.

“Kami akan terus berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat Badui, termasuk merujuk pasien yang membutuhkan perawatan medis ke fasilitas kesehatan yang memadai,” tutup Arif.

Sumber: antaranews.com

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Banten

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Banten

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Banten

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Banten

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

BERITA TERBARU

Lada ‘Black Gold’, Artisnya Rempah-Rempah Zaman Kolonial

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.