Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak – Sahabat Relawan Indonesia (SRI) melaporkan telah merujuk empat warga Badui ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten karena kondisi kesehatan yang melemah. Dari empat pasien tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat sesak napas.
“Pasien warga Badui yang meninggal dunia itu akibat sesak pernapasan,” kata Koordinator SRI Muhammad Arif saat dihubungi di Rangkasbitung, Kamis (13/12/2023).
Advertisement
Selama sepekan terakhir, SRI telah menangani empat pasien dari komunitas Badui. Dua di antaranya positif menderita Tuberkulosis (TBC), sedangkan dua lainnya mengalami gangguan saraf. Salah satu pasien, Asmari (65) dari Cihulu, Desa Kanekes, meninggal dunia setelah mengalami komplikasi TBC meskipun telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Banten.
“Kondisi Asmari sudah parah saat dirujuk, sehingga petugas medis harus memberikan bantuan alat pernapasan. Namun, nyawanya tidak tertolong,” jelas Arif.
Pasien lainnya, Casiah (50), warga Batu Beulah, Desa Kanekes, masih menjalani pengobatan untuk TBC di RSUD Banten. Arif mengatakan kemungkinan Casiah dapat segera dipulangkan ke Badui hari ini, tetapi pengobatan TBC harus dilanjutkan secara rutin dengan pengawasan petugas medis dari puskesmas pendamping.
Selain itu, dua pasien dengan gangguan saraf, salah satunya Misnah (22) dari Batu Beulah, juga masih dalam perawatan medis. “Kami berharap ketiga pasien warga Badui ini segera pulih setelah menjalani pengobatan,” tambah Arif.
Penyakit Menonjol di Komunitas Badui
Muhammad Arif menjelaskan bahwa penyakit yang sering ditemukan di komunitas Badui meliputi TBC, komplikasi persalinan ibu dan bayi, gigitan ular berbisa, serta penyakit kulit.
Untuk membantu mengatasi tantangan kesehatan ini, SRI kerap mengadakan bakti sosial dengan melibatkan dokter dari Pertamina, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Serang, dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Bandung. Bakti sosial tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan langsung di wilayah pedalaman tanah adat Badui.
“Kami akan terus berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat Badui, termasuk merujuk pasien yang membutuhkan perawatan medis ke fasilitas kesehatan yang memadai,” tutup Arif.
Sumber: antaranews.com
Advertisement
Advertisement
