Advertisement
GazanaPublika.com, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap CNN setelah jaringan televisi tersebut menayangkan pernyataan lengkap dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang mengklaim Teheran telah meraih ‘kemenangan besar’ dan memaksa Washington menerima rencana 10 poin yang diajukan Iran.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras Trump di tengah tensi geopolitik yang masih memanas pasca-pengumuman gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Advertisement
Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menuduh CNN telah menyiarkan informasi yang menyesatkan publik pada Selasa (7/4/2026).
“The alleged Statement put out by CNN World News is a FRAUD, as CNN well knows (Pernyataan yang diduga disiarkan oleh CNN World News adalah PENIPUAN, dan CNN sangat mengetahui hal itu),” tulis Trump, dikutip dari CNN dan Reuters).
Ia menilai pernyataan yang ditayangkan CNN berasal dari sumber yang tidak sah dan sengaja digunakan untuk membangun narasi kemenangan Iran.
“The false Statement was linked to a Fake News site … and, of course, immediately picked up by CNN (Pernyataan palsu itu ditautkan ke situs berita palsu … dan tentu saja langsung diangkat oleh CNN),” lanjutnya.
Tidak berhenti pada kritik, Trump juga mengancam akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.
“Authorities are looking to determine whether or not a crime was committed” (Pihak berwenang sedang menyelidiki apakah suatu tindak kejahatan telah dilakukan atau tidak),” tegas Trump.
Pernyataan keras itu muncul setelah CNN menayangkan isi komunike resmi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang mengklaim Amerika Serikat menerima kerangka 10 poin yang diajukan Teheran sebagai bagian dari kesepakatan penghentian konflik.
Dalam pernyataan tersebut, Iran menyebut langkah itu sebagai kemenangan bersejarah yang menunjukkan keberhasilan tekanan diplomatik dan militer terhadap Amerika Serikat.
Namun, CNN membela pemberitaannya dan menegaskan bahwa dokumen tersebut diperoleh langsung dari pejabat resmi Iran serta turut dimuat oleh sejumlah media pemerintah Iran.
“The statement in question was obtained by CNN from Iranian officials and reported on multiple Iranian state media outlets” (Pernyataan yang dimaksud diperoleh CNN dari pejabat Iran dan juga diberitakan oleh sejumlah media pemerintah Iran),” kata juru bicara CNN.
Insiden ini kembali memperlihatkan ketegangan hubungan Trump dengan media arus utama, khususnya CNN, yang selama ini kerap menjadi sasaran kritiknya.
Di tengah suhu politik yang tinggi, polemik ini juga memicu perdebatan luas mengenai akurasi pemberitaan, kebebasan pers, dan sensitifnya narasi kemenangan serta kekalahan dalam konflik Timur Tengah.
Advertisement
Advertisement
