Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Selat Sunda Siaga: Aktivitas Magma Anak Krakatau Meningkat, Alur Pelayaran Diperketat

Selat Sunda Siaga: Aktivitas Magma Anak Krakatau Meningkat, Alur Pelayaran Diperketat

Berita Utama Senin, 6 Juli 2026 21:44 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 75?

GazanaPublika.com, Cilegon — Jalur pelayaran di Selat Sunda kini masuk dalam zona pengawasan ketat setelah Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan status Gunung Anak Krakatau (GAK) menjadi Level III (Siaga) Lonjakan aktivitas vulkanik ini memicu keluarnya instruksi tegas bagi seluruh armada kapal yang melintas di kawasan penghubung Pulau Jawa dan Sumatra tersebut.

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa keputusan menaikkan status dari Waspada (Level II) ke Siaga (Level III) diambil setelah adanya pemantauan intensif, baik secara visual maupun instrumental.

“Peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya suplai magma yang bergerak ke permukaan. Oleh karena itu, masyarakat hingga wisatawan dilarang keras mendekati kawah aktif dalam radius aman yang telah ditentukan,” ujar Lana.

Syahbandar Banten Rilis 6 Panduan Keselamatan Laut

Merespons ancaman tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten langsung bergerak cepat dengan merilis edaran resmi. Kepala KSOP Banten, Raden Yogie Nugraha, meminta seluruh nakhoda, operator pelayaran, dan agen kapal untuk melipatgandakan kewaspadaan selama berada di perairan Selat Sunda.

BACA JUGA:  Kecam Keras Israel, PSI Dukung Sepenuhnya Upaya Pemerintah RI Membebaskan Relawan dan Jurnalis

“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa angkutan laut yang berlayar di Selat Sunda untuk mengutamakan keselamatan navigasi menyusul rilis resmi dari PVMBG terkait status Siaga Anak Krakatau,” tegas Yogie dalam keterangannya.

Guna mencegah kedaruratan di laut, KSOP Banten menetapkan enam poin arahan mutlak yang harus dipatuhi oleh dunia pelayaran:

Waspada Erupsi Sekunder: Seluruh kapal wajib mengantisipasi dampak langsung aktivitas vulkanik, seperti lontaran material pijar, hujan abu, hingga potensi gangguan jarak pandang navigasi.

  • Pantau Informasi Resmi: Nakhoda diwajibkan memperbarui perkembangan situasi secara berkala melalui kanal resmi PVMBG, BMKG, dan otoritas terkait.
  • Sterilisasi Radius 5 KM:** Kapal jenis apa pun dilarang keras memasuki atau mendekati kawasan dalam radius 5 kilometer dari pusat kawah aktif.
  • Rencana Pelayaran Adaptif:** Pemetaan rute perjalanan harus memperhitungkan arah angin dan sebaran abu vulkanik guna menghindari area terdampak.
  • Respons Cepat Kedaruratan:** Jika nakhoda melihat indikasi bahaya yang mengancam kapal, tindakan preventif harus segera diambil dan langsung dilaporkan ke *Vessel Traffic Service* (VTS), Stasiun Radio Pantai, atau Syahbandar terdekat.
  • Regulasi Keselamatan Harga Mati:** Seluruh penyelenggara pelayaran wajib menempatkan keselamatan kru dan penumpang di atas segalanya sesuai regulasi yang berlaku.
BACA JUGA:  Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

Meski situasi di sekitar Gunung Anak Krakatau kian menghangat dan memicu imbauan waspada bagi warga pesisir, beberapa laporan di lapangan menunjukkan sebagian nelayan lokal di wilayah Pandeglang terpantau masih tetap melaut demi mata pencaharian, dengan tetap memantau pergerakan aktivitas gunung api purba tersebut.

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Jejak Aliran Setoran Rp800 Juta dan Misteri Logam Platinum 55 Kg di Mobil Bupati Langkat

Nasional

Dugaan Tindak Kekerasan yang Melibatkan Seorang Anggota Polisi Aktif Mencuat ke Publik

Nasional

Ironi, Ompreng Sekolah Pun Dikeruk Oknum Jenderal Polisi

Berita Utama

Persidangan Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Dimulai, Dokter Tifa Tegas Tolak Damai

BERITA TERBARU

Diduga Bermasalah, Badak Banten Resmi Laporkan Program Jalan ‘Bang Andra’ ke Kejati

MUSTI XI IMC Hasilkan Sejumlah Keputusan Krusial! Ripa Zatnika Komitmen Jaga Marwah IMC

Ripa Zatnika Nahkodai IMC Gantikan Hendrik Arizki untuk Periode 2026-2027

Jejak Aliran Setoran Rp800 Juta dan Misteri Logam Platinum 55 Kg di Mobil Bupati Langkat

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

Andai Pengelolaan MBG Swakelola Kantin Sekolah, Bagaimana?

Diplomasi Sepak Bola Iran di Tengah Ketegangan Politik Iran–AS

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.