GazanaPublika.com, Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan belum sepenuhnya terkendali. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 3.392 hektare lahan di tiga provinsi masih dalam proses pemadaman, dengan Kalimantan Tengah menjadi wilayah terdampak paling luas.

Berdasarkan data BNPB, lahan yang masih terbakar tersebar di Kalimantan Tengah seluas 2.458 hektare, Kalimantan Barat 884 hektare, dan Kalimantan Selatan 52 hektare. Pemerintah pusat dan daerah bersama relawan terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan api agar tidak meluas.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan penanganan dilakukan melalui sejumlah strategi, termasuk operasi modifikasi cuaca.

“Berbagai strategi penanganan terus diupayakan pemerintah pusat dan daerah yang dibantu para relawan, di antaranya operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan dry ice,” kata Berton melalui keterangan resmi, Senin (26/10/2026), seperti diberitakan CNN Indonesia, Selasa (27/10/2026).

Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. BNPB menyiagakan 57.050 personel darat di enam provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung.

Personel tersebut didukung berbagai peralatan, mulai dari pompa portabel, selang pemadam, hingga radio komunikasi. Untuk operasi udara, disiapkan 61 unit armada yang terdiri atas 24 unit untuk patroli, pesawat CASA, dan operasi modifikasi cuaca, serta 37 helikopter water bombing atau pengeboman air.

Operasi modifikasi cuaca juga dilaksanakan di sejumlah wilayah. Berdasarkan data per 23 Oktober 2026, kegiatan penyemaian dilakukan sebanyak 15 sorti atau penerbangan dengan total 14.300 kilogram bahan semai.

Di Kalimantan Tengah, operasi tersebut dilaksanakan dalam delapan sorti dengan penggunaan 7.200 kilogram bahan semai, terdiri atas 5.200 kilogram dry ice dan 2.000 kilogram natrium klorida (NaCl). Namun, hingga laporan pada 23 Oktober, belum ada laporan hujan di wilayah sasaran.

Sementara itu, di Kalimantan Barat, wilayah sasaran operasi meliputi Sekadau, Ketapang, dan Sintang. Hujan ringan hingga sedang dilaporkan terjadi di tujuh kabupaten pada 23 Oktober, termasuk tiga wilayah sasaran. Di Kalimantan Selatan, hujan juga tercatat turun di Kabupaten Kotabaru pada hari yang sama.

BNPB turut mencatat kebakaran lahan di Pulau Sumatera dengan luas sekitar 990 hektare. Sebagian besar berada di Sumatera Selatan, yakni 889 hektare, disusul Jambi 89 hektare dan kawasan Taman Nasional Way Kambas di Lampung seluas 12 hektare. Sementara itu, tidak terpantau adanya pemadaman karhutla di wilayah Riau.

Di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, penanganan dilakukan dengan memanfaatkan drone termal dan pos pemantauan darat untuk mendeteksi bara tersembunyi di lahan gambut. Petugas juga menggunakan pompa jinjing serta instalasi selang air hingga hampir tiga kilometer untuk menjangkau titik api kritis.

Kebakaran juga masih terjadi di kawasan Arjuno-Welirang, Jawa Timur. Pemantauan dan penyisiran terus diperlukan untuk menentukan prioritas pemadaman serta mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke wilayah lain.

Redaksi

Exit mobile version