Advertisement
GazanaPublika.com, Angkara — Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menjadi sorotan setelah muncul pernyataan bahwa Washington berpeluang melancarkan serangan militer dalam waktu dekat. Namun, di tengah meningkatnya ancaman konflik, Presiden AS Donald Trump disebut masih membuka peluang untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran.
Pernyataan mengenai kemungkinan serangan itu disampaikan Duta Besar AS untuk Turki sekaligus utusan khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack, dalam wawancara dengan pembawa acara podcast Mario Nawfal pada Jumat (23/10/2026) waktu setempat.
Advertisement
Seperti dilansir AFP, Sabtu (24/10/2026), Barrack menyebut serangan AS terhadap Iran bisa terjadi paling cepat pada akhir pekan ini. Meski demikian, ia tidak memiliki peran langsung dalam urusan Iran.
“Apakah mungkin ada serangan akhir pekan ini? Tentu saja,” kata Barrack.
Barrack juga menyampaikan bahwa sikap Presiden Trump terhadap konflik dengan Teheran dinilainya sudah sangat jelas. Menurut dia, Washington tetap membuka jalan diplomasi meskipun kemungkinan tindakan militer masih menjadi perhatian.
“Beliau terbuka dan bersedia untuk mencapai kesepakatan, dan kita telah duduk di meja perundingan selama berbulan-bulan,” ucap Barrack dalam wawancara tersebut.
Pernyataan itu muncul ketika ancaman dari Washington dan Israel terhadap Iran kembali meningkat. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan AS: apakah diplomasi masih menjadi pilihan utama atau justru tekanan militer akan kembali ditempuh.
Saat dimintai tanggapan mengenai kemungkinan serangan pada akhir pekan ini, Trump merespons pernyataan Barrack dengan nada santai. Ia bahkan mengaku tidak mengetahui secara langsung apa yang dimaksud oleh duta besarnya tersebut.
“Apakah itu Duta Besar saya? Sepertinya dia orang yang cukup berpengaruh. Jika memang begitu, saya sama sekali tidak tahu apa-apa soal itu,” ujar Trump kepada wartawan.
Hingga pernyataan tersebut disampaikan, belum ada kepastian bahwa AS akan benar-benar melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir pekan ini. Pernyataan Barrack menunjukkan adanya kemungkinan tersebut, tetapi bukan pengumuman resmi mengenai keputusan operasi militer.
Di sisi lain, pernyataan Trump tentang peluang kesepakatan memperlihatkan bahwa jalur perundingan masih disebut sebagai opsi di tengah ketegangan kedua negara. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada keputusan Washington dan dinamika hubungan dengan Teheran.
Advertisement
