Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Hari Ini Digelar Sidang Isbat, Kemungkinan Pemerintah dan Muhammadiyah Berbeda Tentukan 1 Ramadan

Hari Ini Digelar Sidang Isbat, Kemungkinan Pemerintah dan Muhammadiyah Berbeda Tentukan 1 Ramadan

Berita Utama Minggu, 10 Maret 2024 17:46 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: ilustrasi sidang isbat (sumber suara.com)

Advertisement

Jakarta, GazanaPublika.com – Sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1445 Hijriah oleh Kementerian Agama (Kemenag) akan dilaksanakan hari ini, Minggu (10/3/2024), di Auditorium HM Rasjidi Kemenag, Jakarta Pusat. Keputusan sidang ini didasarkan pada rukyatul hilal di 134 lokasi di seluruh Indonesia, dengan pengumuman hasil secara daring dan luring oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin.

“Sidang isbat ini merupakan layanan keagamaan bagi masyarakat untuk mendapat kepastian mengenai pelaksanaan ibadah,” ucap Kamaruddin dalam keterangannya.

Advertisement

Nantinya, sidang isbat akan melibatkan Tim Hisab dan Rukyat Kemenag, serta dihadiri oleh perwakilan ormas Islam, dan duta besar negara sahabat.

Sidang isbat mendatang akan melibatkan Tim Hisab dan Rukyat Kemenag, dengan kehadiran perwakilan ormas Islam dan duta besar negara sahabat. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta undangan lain juga akan terlibat dalam proses tersebut.

Kemenag mengundang pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi VIII RPR RI untuk hadir pada sidang isbat. Tujuan sidang ini adalah menetapkan hari awal 1 Ramadhan 2024.

Pemerintah mengindikasikan perbedaan awal Ramadhan 2024 dengan Muhammadiyah, yang sudah menetapkan awal puasa pada Senin (11/3/2024). Imbauan resmi Kementerian Agama disampaikan melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2024 kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama hingga tingkat kecamatan, serta kepada pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dan pengurus Badan Kesejahteraan Masjid.

Demikian pula, untuk pengurus Majelis Dai Kebangsaan, pengelola masjid/musala, panitia Hari Besar Islam tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta masyarakat Muslim di Indonesia.

BACA JUGA:  Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Tinggi, Badan Geologi Ingatkan Potensi Erupsi Susulan

Yaqut menegaskan, “Umat Islam diharapkan melaksanakan ibadah Ramadan dan Hari Raya Idulfitri sesuai syariat Islam dan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi.”

Muhammadiyah mengkritik sidang isbat

Abdul Muti, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, menyarankan agar Kemenag tidak lagi menyelenggarakan sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1445 Hijriyah. Menurut Abdul, pemerintah sudah sepakat dengan kriteria bulan baru Hijriyah bersama Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yang memperhitungkan posisi bulan 3 derajat di atas ufuk dan sudut elongasi di atas 6,4 derajat. Dari perhitungan astronomi, diprediksi bahwa saat sidang isbat pada 10 Maret, posisi bulan berada di bawah kriteria MABIMS. “Pemerintah menggunakan kriteria MABIMS di mana salah satu syarat adalah posisi hilal 3 derajat di atas ufuk. Pada saat awal Ramadan (10 Maret), posisi hilal di bawah 1 derajat,” katanya.

Ia juga menyatakan bahwa sidang isbat penentuan hari raya Idul Fitri tidak diperlukan karena ketinggian bulan di akhir Ramadhan 1445 H sudah mencapai 6 derajat, memenuhi kriteria MABIMS.

“Pada akhir Ramadan, posisi bulan jauh di atas 6 derajat,” tambah Abdul.

Abdul Muti menilai sidang isbat tak perlu digelar karena pergerakan bulan dan benda langit sudah bisa dihitung secara presisi di masa kini untuk menentukan waktu ibadah puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Menggelar sidang isbat pada sesuatu yang sudah bisa dihitung sebelumnya kemungkinan bisa membuang anggaran.

“Dengan tidak diadakan isbat, lebih menghemat anggaran negara yang secara keuangan sedang tidak baik-baik saja,” tandasnya.

BACA JUGA:  Prabowo Beri Sinyal Kirim Nama Destry Damayanti ke DPR, Belum Tegas Soal Calon Gubernur BI

Namun, Kasubdit Hisab Rukyat dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Ismail Fahmi, menjawab kritik dari Muhammadiyah yang menyebut sidang isbat sebagai bentuk pemborosan anggaran negara. Ismail mengatakan, Kemenag siap mengeluarkan anggaran jika untuk kepentingan umat, dan ia menilai sidang isbat sebagai kepentingan umat.

“Bagi saya kalau untuk kepentingan umat berapa pun kami siap berikan yang penting itu untuk kepentingan umat,” katanya saat ditemui di Gedung BJ Habibie, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2024).

Menurut Ismail, sidang isbat akan menciptakan forum silaturahmi yang bermanfaat bagi umat Islam.

Dalam forum tersebut, diselenggarakan penyediaan makanan untuk dikonsumsi bersama, sehingga sidang isbat dapat memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi umat.

“Istilahnya, untuk meningkatkan ekonomi umat, dengan pengaturan panggung dan lainnya, alhamdulillah, terdapat pemasukan, dan anggaran tetap sesuai dengan yang semestinya,” ungkap Ismail.

Walaupun demikian, Ismail tidak memberikan rincian anggaran yang digunakan oleh Kemenag untuk sidang isbat.

Ia juga menekankan pentingnya menghindari ego sektoral dalam penetapan awal Ramadhan, karena terdapat dua metode umum untuk menentukan awal Ramadhan, yakni hisab atau perhitungan astronomi, dan rukyat atau pengamatan langsung kemunculan bulan saat magrib dengan mata.

“Dan yang kita sadari kita enggak boleh ego, memang kita hisab, kan ada rukyat. Kita mengakomodir, tetangga harus hormat. Jadi saya berharap, untuk kepentingan umat tidak ada harganya, berapa pun anggarannya negara harus siap, jangan sampai dikorupsi,” ujarnya. (Sumber: Kompas.com)

Advertisement

Pemerintah
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

BERITA TERBARU

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version