Advertisement
GazanaPublika.com – Sebuah pernyataan kontroversial dari Politikus Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, mengenai legalisasi judi online (judol) akan mengundang perdebatan di masyarakat Indonesia yang mayoritas tidak memberikan ruang legalitas untuk perjudian karena pertimbangan kultural dan agama.
Menurut Jansen, sulit untuk menghindari praktik perjudian di Indonesia. Baik dari kalangan kelas bawah hingga atas, banyak yang terlibat dalam kegiatan taruhan seperti bertaruh pada hasil pertandingan atau bermain kartu.
Advertisement
“Lebih baik diatur saja dan bisa jadi pemasukan baru untuk negara. Ketimbang uangnya lari ke pejabat atau penegak hukum kita yang korup yang memberi perlindungan,” ujar Jansen melalui akun media sosial pribadinya pada Senin (17/6/2024).
Politikus tersebut juga mengakui bahwa judi online memiliki dampak sosial yang signifikan. Namun, menurutnya, dengan regulasi yang tepat, judi online bisa menjadi sumber pendapatan yang signifikan untuk negara.
Jansen menambahkan, legalisasi judi online bisa mengurangi minat masyarakat terhadap judi ilegal. “Jika bermain judi online harus mencantumkan identitas resmi, ini bisa menjadi langkah untuk mengontrol dan mengurangi dampak negatifnya,” tambahnya.
Dia juga menyoroti bahwa banyak negara lain telah berhasil mengatur judi online dengan ketat dan sukses menarik pendapatan pajak dari aktivitas tersebut. “Mereka mengatur lokasi dan syarat-syarat ketat untuk bermain judi online,” tegas Jansen.
Namun, sejumlah pihak menanggapi bahwa legalisasi judi online bisa membawa risiko kerusakan sosial yang lebih besar dan menimbulkan lebih banyak korban. Jansen menegaskan bahwa penting untuk memikirkan secara realistis dan tidak hipokrit terkait isu ini, dengan mengakui bahwa masyarakat Indonesia mayoritas beragama dan memiliki nilai-nilai moral yang kuat.
Sumber: rmol.id
Advertisement
